Kamus Lengkap Istilah Fashion dalam Inggris dan Artinya

Pernah nggak sih, kamu lagi asyik nonton review fashion di YouTube atau scroll Instagram influencer favorit, tiba-tiba bingung pas mereka bilang, “I love the silhouette of this A-line skirt! It’s so chic!“? Mungkin kamu mengerti sebagian, tapi istilah seperti silhouette, A-line, atau chic bikin kamu garuk-garuk kepala. Tenang, kamu nggak sendirian!
Dunia fashion memang identik dengan segudang istilah dalam bahasa Inggris yang kadang terdengar asing. Tapi, jangan biarkan hal itu menghalangi kamu untuk mengekspresikan diri lewat gaya. Justru dengan memahaminya, kamu bisa lebih percaya diri dalam mix and match pakaian, belanja online, bahkan ngobrolin soal gaya dengan teman-temanmu.
Nah, artikel ini adalah kamus lengkap yang kamu butuhkan. Kami sudah merangkum berbagai istilah fashion dalam Inggris paling populer, lengkap dengan artinya yang mudah dipahami. Yuk, kita bedah satu per satu!
Kenapa Penting Tahu Istilah Fashion dalam Inggris?
Sebelum masuk ke daftar istilahnya, mungkin kamu bertanya, “Memangnya sepenting itu, ya?” Jawabannya, penting banget! Terutama di era digital seperti sekarang. Menguasai vocab bahasa Inggris seputar fashion akan memberimu beberapa keuntungan, seperti:
- Belanja Online Jadi Lebih Mudah: Saat berbelanja di situs e-commerce internasional, deskripsi produk pasti menggunakan bahasa Inggris. Dengan tahu istilah seperti slim fit, oversized, atau pleated, kamu bisa lebih yakin memilih barang yang sesuai keinginan tanpa takut salah ukuran atau model.
- Memahami Konten Fashion Global: Kamu bisa menikmati majalah, blog, atau video dari para pakar fashion dunia tanpa perlu bingung lagi. Wawasanmu soal tren global pun akan semakin luas.
- Mendefinisikan Gaya Pribadi: Saat kamu tahu nama dari setiap detail (misalnya, kamu suka atasan dengan kerah turtleneck atau celana palazzo), kamu akan lebih mudah mencari inspirasi dan membangun gaya personal yang unik.
- Terdengar Lebih Kredibel dan Pede: Obrolan soal fashion jadi lebih seru saat kamu bisa menggunakan istilah yang tepat. Menerapkan cara agar percaya diri bicara Inggris akan sangat membantu saat kamu ingin bilang, “I think this bomber jacket would look great with my ripped jeans,” saat ngobrol dengan teman. Ini bukan cuma soal tahu artinya, tapi juga berani mengucapkannya.
Istilah Fashion Berdasarkan Kategori Pakaian
Mari kita mulai dari yang paling dasar, yaitu nama-nama item pakaian. Ini adalah fondasi untuk memahami dunia fashion. Kita akan membaginya ke dalam beberapa kategori agar lebih mudah diingat.
1. Pakaian Atasan (Tops)
- Blouse: Kemeja wanita yang biasanya terbuat dari bahan yang lebih jatuh dan ringan seperti sifon atau katun, seringkali dengan detail seperti pita atau renda.
- T-shirt/Tee: Kaos oblong biasa yang kita kenal. Nyaman dan serbaguna untuk gaya kasual.
- Tank Top: Atasan tanpa lengan dengan tali bahu yang lebar atau tipis. Cocok untuk cuaca panas.
- Crop Top: Atasan dengan potongan yang lebih pendek, biasanya berakhir di atas pusar, memperlihatkan sedikit bagian perut.
- Sweater: Pakaian hangat yang terbuat dari bahan rajutan (knit) atau wol.
- Hoodie: Sejenis sweater yang dilengkapi dengan kupluk atau penutup kepala (hood).
- Turtleneck: Atasan dengan model kerah tinggi yang menutupi seluruh bagian leher.
- Camisole (Cami): Mirip tank top tapi biasanya terbuat dari bahan yang lebih tipis seperti satin atau katun dan memiliki tali spaghetti (spaghetti straps).
- Bodysuit: Atasan yang menyatu dengan bagian bawah seperti pakaian renang, biasanya memiliki kancing di bagian selangkangan untuk memudahkan pemakaian.
2. Pakaian Bawahan (Bottoms)
- Trousers/Pants: Istilah umum untuk celana panjang formal maupun kasual.
- Jeans: Celana yang terbuat dari bahan denim yang kuat dan tahan lama.
- Shorts: Celana pendek.
- Skirt: Rok. Jenisnya banyak, seperti mini skirt (pendek), midi skirt (sebetis), dan maxi skirt (panjang).
- Leggings: Celana super ketat yang terbuat dari bahan elastis, sering digunakan untuk olahraga atau sebagai dalaman.
- Culottes (Kulot): Celana dengan potongan lebar dan panjangnya tanggung, biasanya di bawah lutut atau pertengahan betis, memberikan ilusi seperti memakai rok.
- Palazzo Pants: Celana panjang dengan potongan yang sangat lebar dari pinggang hingga ke mata kaki, memberikan kesan flowy dan elegan.
- Joggers: Celana training yang dimodifikasi menjadi lebih stylish, biasanya memiliki karet di bagian pinggang dan pergelangan kaki.
3. Terusan (Dresses & Jumpsuits)
- Dress: Istilah umum untuk gaun atau terusan rok.
- Maxi Dress: Gaun dengan panjang hingga menyentuh mata kaki atau lantai.
- Midi Dress: Gaun yang panjangnya berada di antara lutut dan mata kaki.
- Sheath Dress: Gaun dengan potongan lurus dan pas di badan, menonjolkan siluet tubuh.
- A-line Dress: Gaun yang pas di bagian dada lalu melebar ke bawah, membentuk siluet seperti huruf ‘A’.
- Jumpsuit: Pakaian yang menggabungkan atasan dan celana panjang menjadi satu kesatuan.
- Romper/Playsuit: Versi celana pendek dari jumpsuit. Sangat cocok untuk suasana santai atau liburan.
4. Luaran (Outerwear)
- Jacket: Istilah umum untuk jaket.
- Blazer: Sejenis jas yang lebih santai dan tidak sekaku jas formal. Bisa dipadukan dengan kaos atau kemeja.
- Coat: Mantel tebal dan panjang yang biasa digunakan saat cuaca dingin.
- Trench Coat: Mantel panjang yang ikonik, biasanya terbuat dari bahan tahan air dan dilengkapi dengan sabuk di pinggang.
- Cardigan: Luaran rajutan yang bagian depannya terbuka, bisa dengan kancing atau tanpa kancing.
- Vest: Rompi atau luaran tanpa lengan.
- Bomber Jacket: Jaket pendek yang terinspirasi dari jaket pilot, memiliki ciri khas karet elastis di bagian pergelangan tangan dan pinggang bawah.
Istilah yang Menjelaskan Gaya atau Style Fashion
Memahami nama pakaian saja tidak cukup. Kamu juga perlu tahu berbagai istilah fashion dalam Inggris yang mendeskripsikan sebuah gaya atau tampilan keseluruhan.
1. Vintage & Retro Style
- Vintage: Mengacu pada item fashion yang benar-benar berasal dari era lampau (biasanya berusia 20 hingga 100 tahun). Contoh: gaun asli dari tahun 1960-an.
- Retro: Mengacu pada item fashion baru yang desainnya meniru atau terinspirasi dari gaya di era lampau. Jadi, barangnya baru, tapi gayanya lama.
- Bohemian (Boho): Gaya yang terinspirasi dari kaum hippie dan gipsi. Ciri khasnya adalah pakaian longgar, motif etnik, bahan alami, dan aksesori seperti rumbai (fringe) dan bulu.
2. Chic & Elegant Style
- Chic (baca: syiik): Sebuah kata sifat bahasa Inggris yang dipinjam dari bahasa Prancis, berarti modis dan elegan dengan cara yang terlihat simpel dan tidak berlebihan.
- Elegant: Anggun, berkelas, dan menunjukkan selera yang tinggi. Biasanya identik dengan potongan yang rapi, warna netral, dan bahan berkualitas.
- Sophisticated: Tampilan yang cerdas, matang, dan penuh percaya diri. Menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang fashion.
- Minimalist: Gaya yang berprinsip “less is more”. Fokus pada kesederhanaan, potongan yang bersih (clean cut), palet warna netral (hitam, putih, abu-abu, beige), dan minim detail.
3. Streetwear & Casual Style
- Streetwear: Gaya busana kasual yang terinspirasi dari budaya skate, selancar, dan hip-hop. Identik dengan graphic tees (kaos bergambar), hoodies, sneakers, dan topi.
- Casual: Gaya santai dan nyaman untuk kegiatan sehari-hari. Contoh paling sederhananya adalah paduan kaos dan jeans.
- Athleisure: Tren menggabungkan elemen pakaian olahraga (athletic) dengan pakaian santai (leisure). Contoh: memakai leggings dan sneakers dengan blazer.
4. Edgy & Grunge Style
- Edgy: Gaya yang tajam, berani, dan sedikit provokatif. Seringkali melibatkan warna gelap (terutama hitam), bahan kulit, detail metal seperti stud dan ritsleting, serta potongan asimetris.
- Grunge: Gaya yang terinspirasi dari subkultur musik grunge di era 90-an (seperti band Nirvana). Ciri khasnya adalah kemeja flanel, ripped jeans (jeans sobek), combat boots, dan kesan yang sedikit berantakan atau cuek.
Istilah Terkait Bahan, Motif, dan Potongan
Detail adalah segalanya dalam fashion. Mengetahui istilah bahan, motif, dan potongan akan membuatmu menjadi konsumen yang lebih cerdas.
1. Jenis Bahan atau Material (Fabric)
- Cotton: Katun, bahan yang paling umum, adem, dan menyerap keringat.
- Denim: Bahan yang tebal dan kuat, digunakan untuk membuat jeans dan jaket.
- Linen: Kain dari serat tumbuhan rami, sangat sejuk dan ringan namun mudah kusut.
- Silk: Sutra, kain mewah yang lembut, berkilau, dan jatuh di badan.
- Satin: Kain dengan permukaan yang sangat halus dan mengkilap.
- Velvet: Beludru, kain dengan permukaan berbulu halus yang memberikan kesan mewah.
- Chiffon: Kain yang sangat ringan, tipis, dan sedikit transparan.
2. Jenis Motif (Pattern)
- Stripes: Motif garis-garis, bisa vertikal (vertical) atau horizontal.
- Polka Dots: Motif bulat-bulat atau totol-totol.
- Plaid/Tartan: Motif kotak-kotak yang terbentuk dari garis-garis vertikal dan horizontal yang saling bersilangan. Sering disamakan dengan flanel (padahal flanel adalah nama bahannya).
- Floral: Motif bunga-bunga.
- Animal Print: Motif yang meniru corak kulit binatang, seperti macan tutul (leopard), zebra, atau ular (snake print).
- Houndstooth: Motif abstrak dua warna yang bentuknya menyerupai gigi anjing.
3. Jenis Potongan (Fit & Cut)
- Slim Fit: Potongan yang mengikuti bentuk tubuh tapi tidak terlalu ketat.
- Regular Fit: Potongan standar yang lurus dan tidak terlalu longgar maupun ketat.
- Oversized: Potongan yang sengaja dibuat jauh lebih besar dari ukuran tubuh pemakainya, memberikan kesan longgar dan santai.
- Skinny Fit: Potongan yang sangat ketat dan menempel di tubuh, seperti kulit kedua.
- High-waisted/High-rise: Model bawahan (celana atau rok) yang garis pinggangnya berada di atas pusar.
- Low-waisted/Low-rise: Model bawahan yang garis pinggangnya berada di bawah pusar atau di pinggul.
Istilah Umum yang Sering Didengar di Dunia Fashion
Terakhir, ada beberapa istilah dari industri fashion yang sering muncul di media dan penting untuk kamu ketahui agar wawasanmu semakin lengkap.
1. Haute Couture vs Ready-to-Wear
- Haute Couture (baca: oht ku-tur): Berasal dari bahasa Prancis yang berarti “jahitan tingkat tinggi”. Memahami pengucapan bahasa Inggris untuk istilah pinjaman seperti ini sangat penting agar terdengar natural. Ini adalah pakaian yang dibuat secara eksklusif untuk klien tertentu, dikerjakan dengan tangan oleh penjahit terbaik, dan harganya sangat fantastis.
- Ready-to-Wear (RTW) / Prêt-à-Porter: Ini adalah kebalikannya. Pakaian ini diproduksi secara massal dalam ukuran standar (S, M, L, dst.) dan dijual di butik atau department store. Inilah pakaian yang kita kenakan sehari-hari.
2. Runway, Lookbook, dan Collection
- Runway: Panggung panjang tempat para model berjalan untuk memamerkan koleksi busana desainer dalam sebuah peragaan busana (fashion show).
- Lookbook: Kumpulan foto-foto yang menampilkan setiap item dari koleksi seorang desainer. Fungsinya seperti katalog untuk para pembeli (buyers) dan media.
- Collection: Satu set busana yang dirancang oleh desainer untuk musim tertentu, misalnya Spring/Summer 2024 Collection.
3. Thrifting dan Sustainable Fashion
- Thrifting: Aktivitas membeli dan memakai pakaian bekas (secondhand atau pre-loved).
- Sustainable Fashion: Sebuah gerakan dalam industri fashion yang bertujuan untuk lebih ramah lingkungan dan etis, mulai dari pemilihan bahan, proses produksi, hingga limbah yang dihasilkan.
- Upcycling: Proses mengubah pakaian atau bahan bekas menjadi produk baru dengan kualitas dan nilai yang lebih tinggi daripada aslinya.
Sudah Siap Jadi Fashionista Sejati?
Wah, banyak sekali ya ternyata! Tapi jangan khawatir, kamu tidak perlu menghafal semuanya dalam satu malam. Kamu bisa menyimpan artikel ini dan membukanya kembali kapan pun kamu butuh. Dengan bekal kamus lengkap istilah fashion dalam Inggris ini, kamu selangkah lebih maju untuk menjadi pribadi yang lebih melek fashion.
Tentu, mengetahui semua istilah ini adalah langkah pertama yang hebat. Tapi, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah berani mengucapkannya dengan percaya diri. Jika kamu ingin lebih lancar dan pede saat melakukan percakapan bahasa Inggris tentang topik apa pun, termasuk fashion, mempraktikkannya secara langsung adalah kuncinya.
Di Englishup.id, kami percaya bahwa praktik adalah guru terbaik. Dengan metode belajar yang fokus pada percakapan, kamu akan dibimbing untuk terbiasa menggunakan kosakata baru seperti ini dalam obrolan sehari-hari, hingga kamu pede dengan sendirinya.
Jadi, jangan takut untuk mencoba hal baru dan tunjukkan pesonamu pada dunia. Selamat bergaya!
FAQ: Seputar Istilah Fashion dalam Bahasa Inggris
- Apa bedanya vintage dan retro dalam fashion?
- Vintage merujuk pada barang asli dari era lampau (misalnya, tas dari tahun 70-an), sedangkan retro adalah barang baru yang desainnya meniru gaya dari era lampau. Singkatnya, vintage itu asli tua, retro itu baru bergaya tua.
- Apa itu fast fashion dan kenapa sekarang banyak dibicarakan?
- Fast fashion adalah model bisnis industri pakaian yang memproduksi tren terbaru dengan cepat dan harga murah. Isu ini banyak dibicarakan karena seringkali berdampak buruk pada lingkungan (limbah tekstil) dan kondisi kerja para buruhnya. Ini adalah kebalikan dari konsep sustainable fashion.
- Bagaimana cara mudah menghafal istilah-istilah fashion ini?
- Tidak ada cara cepat hafal vocab yang instan, tapi cara terbaik adalah dengan praktik aktif. Saat kamu melihat pakaian di toko, coba sebutkan namanya dalam bahasa Inggris (misal, “Oh, ini trench coat,” atau “Aku suka motif plaid di kemeja ini”). Menonton konten fashion dalam bahasa Inggris dan mencoba mengucapkan istilah-istilah tersebut juga sangat membantu. Semakin sering digunakan dalam percakapan, semakin cepat menempel di ingatan.
- Apakah chic dan elegant itu sama?
- Keduanya mirip tapi tidak sama. Elegant lebih mengacu pada keanggunan yang klasik dan formal. Sementara chic lebih ke arah modis dan stylish dengan cara yang modern dan terlihat mudah (effortless), tidak harus selalu formal.