50+ Contoh Phrasal Verb Umum Lengkap dengan Arti & Kalimatnya

Pernah nggak sih, kamu lagi asyik nonton film atau dengerin lagu bahasa Inggris, terus ketemu frasa kayak “hang out”, “break up”, atau “give up”? Kamu mungkin tahu arti kata-katanya secara terpisah, tapi saat digabung, kok artinya jadi beda banget ya? Nah, selamat! Kamu baru saja bertemu dengan yang namanya phrasal verb.
Bagi banyak pembelajar bahasa Inggris, phrasal verb ini sering jadi tantangan. Tapi jangan khawatir! Menguasainya adalah salah satu kunci agar bahasa Inggrismu terdengar lebih natural dan luwes seperti penutur asli. Di artikel ini, kita akan kupas tuntas mulai dari pengertiannya sampai puluhan contoh phrasal verb umum yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari. Yuk, kita mulai!
Apa Itu Phrasal Verb?
Sebelum kita loncat ke daftar contohnya, penting banget buat kita paham dulu konsep dasarnya. Apa sih sebenarnya phrasal verb itu dan apa yang membuatnya spesial?
1. Pengertian Phrasal Verb
Secara sederhana, phrasal verb adalah gabungan dari sebuah kata kerja (verb) dengan satu atau dua partikel. Partikel ini bisa berupa kata keterangan (adverb) atau kata depan (preposition). Keunikan dari phrasal verb adalah gabungan kata ini menciptakan sebuah arti baru yang sering kali berbeda jauh dari arti kata kerja aslinya.
Misalnya, kata “look” artinya melihat. Tapi kalau kita tambahkan partikel “for” menjadi “look for”, artinya berubah total menjadi “mencari”. Beda lagi kalau kita tambahkan “after” menjadi “look after”, artinya menjadi “merawat” atau “menjaga”. Inilah sihir dari phrasal verb!
2. Perbedaan Phrasal Verb dengan Kata Kerja Biasa
Mungkin kamu bertanya, “Apa bedanya dengan kata kerja biasa yang diikuti preposisi, seperti ‘listen to’ atau ‘wait for’?” Perbedaan utamanya terletak pada perubahan makna.
- Kata Kerja Biasa + Preposisi: Maknanya cenderung harfiah atau bisa ditebak. “Listen” (mendengar) dan “to” (ke) membentuk makna “mendengarkan (sesuatu)”. Maknanya tidak berubah drastis.
- Phrasal Verb: Maknanya sering kali bersifat idiomatik atau tidak bisa diartikan kata per kata. Contohnya kata “give up”. “Give” artinya memberi dan “up” artinya ke atas. Tapi saat digabung, artinya bukan “memberi ke atas”, melainkan “menyerah”.
Singkatnya, phrasal verb adalah frasa yang harus kamu pelajari sebagai satu kesatuan kosakata baru.
Mengapa Penting Mempelajari Phrasal Verb?
Mempelajari phrasal verb itu bukan sekadar nambah-nambahin hafalan, lho. Ada banyak banget manfaatnya yang bisa bikin skill bahasa Inggrismu naik level:
- Membuat Percakapan Lebih Natural: Penutur asli (native speakers) sangat sering menggunakan phrasal verb dalam percakapan informal sehari-hari. Menggunakan frasa seperti “hang out” jauh lebih umum daripada “spend time together socially”.
- Meningkatkan Kemampuan Listening: Dengan memahami phrasal verb, kamu akan lebih mudah menangkap maksud dari percakapan di film, podcast, atau lagu berbahasa Inggris.
- Memperkaya Kosakata: Satu kata kerja dasar seperti “get” atau “take” bisa menghasilkan belasan makna baru saat dipasangkan dengan partikel yang berbeda. Ini cara efektif untuk memperluas vocabulary kamu.
- Memahami Konteks Informal: Phrasal verb adalah kunci untuk memahami bahasa Inggris yang santai dan tidak kaku, baik dalam tulisan maupun lisan.
Kumpulan Contoh Phrasal Verb Umum dalam Bahasa Inggris
Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu! Kita sudah siapkan daftar panjang contoh phrasal verb umum yang dikelompokkan berdasarkan kata kerja utamanya agar kamu lebih mudah mengingatnya. Setiap contoh dilengkapi dengan arti dan kalimat penggunaannya.
1. Phrasal Verb dengan Kata “Get”
Kata “get” sangat fleksibel dan bisa membentuk banyak sekali phrasal verb. Berikut beberapa yang paling umum:
- Get up: Bangun tidur.
I usually get up at 6 AM every morning. (Aku biasanya bangun tidur jam 6 pagi setiap hari). - Get on (with): Akur atau punya hubungan baik dengan seseorang.
She gets on well with all of her colleagues. (Dia akur dengan semua rekan kerjanya). - Get off: Turun dari transportasi umum (bus, kereta, pesawat).
We need to get off at the next station. (Kita harus turun di stasiun berikutnya). - Get over: Sembuh dari sakit atau pulih dari kekecewaan/kesedihan.
It took him a long time to get over the flu. (Butuh waktu lama baginya untuk sembuh dari flu). - Get away: Melarikan diri atau pergi berlibur.
I need to get away from the city for a weekend. (Aku perlu pergi dari kota ini untuk akhir pekan). - Get along: Sama seperti ‘get on’, artinya akur.
Do you and your sister get along? (Apakah kamu dan saudarimu akur?).
2. Phrasal Verb dengan Kata “Look”
“Look” tidak hanya berarti melihat, lho. Cek contoh di bawah ini!
- Look for: Mencari.
I’m looking for my keys. Have you seen them? (Aku sedang mencari kunciku. Apakah kamu melihatnya?). - Look after: Menjaga atau merawat.
Can you look after my cat while I’m on vacation? (Bisakah kamu menjaga kucingku selagi aku liburan?). - Look up: Mencari informasi (biasanya di kamus atau internet).
If you don’t know the meaning, look it up in the dictionary. (Jika kamu tidak tahu artinya, carilah di kamus). - Look forward to: Tidak sabar menantikan sesuatu.
I’m really looking forward to the concert next week. (Aku sangat tidak sabar menantikan konser minggu depan). - Look into: Menyelidiki atau memeriksa.
The police are looking into the cause of the accident. (Polisi sedang menyelidiki penyebab kecelakaan itu).
3. Phrasal Verb dengan Kata “Take”
Kata “take” juga punya banyak transformasi makna yang menarik.
- Take off: Lepas landas (pesawat) atau melepas (pakaian).
The plane will take off in ten minutes. (Pesawat akan lepas landas dalam sepuluh menit).
Please take off your shoes before entering the house. (Tolong lepas sepatumu sebelum masuk rumah). - Take up: Memulai hobi atau aktivitas baru.
He decided to take up painting in his free time. (Dia memutuskan untuk memulai hobi melukis di waktu luangnya). - Take after: Mirip dengan anggota keluarga (sifat atau penampilan).
She really takes after her mother. (Dia sangat mirip dengan ibunya). - Take over: Mengambil alih kontrol atau tanggung jawab.
The new manager will take over the department next month. (Manajer baru akan mengambil alih departemen bulan depan). - Take out: Mengajak seseorang keluar (makan, nonton) atau membuang sampah.
He’s going to take his girlfriend out for dinner. (Dia akan mengajak pacarnya keluar untuk makan malam).
4. Phrasal Verb dengan Kata “Put”
Dari meletakkan sesuatu hingga menunda, “put” punya banyak fungsi.
- Put on: Mengenakan pakaian atau menyalakan (alat elektronik).
It’s cold outside, you should put on a jacket. (Di luar dingin, kamu sebaiknya mengenakan jaket). - Put off: Menunda.
Never put off until tomorrow what you can do today. (Jangan pernah menunda sampai besok apa yang bisa kamu kerjakan hari ini). - Put away: Membereskan atau mengembalikan sesuatu ke tempatnya.
Please put away your toys after you finish playing. (Tolong bereskan mainanmu setelah selesai bermain). - Put up with: Bertahan atau bersabar dengan sesuatu yang tidak menyenangkan.
I can’t put up with his bad attitude anymore. (Aku tidak tahan lagi dengan sikap buruknya). - Put down: Meletakkan sesuatu atau menghina/merendahkan seseorang.
He put down his bag and sat on the chair. (Dia meletakkan tasnya dan duduk di kursi).
5. Phrasal Verb dengan Kata “Come”
Berikut adalah beberapa phrasal verb umum yang berasal dari kata “come”.
- Come across: Menemukan sesuatu secara tidak sengaja.
I came across some old photos while cleaning my room. (Aku tidak sengaja menemukan beberapa foto lama saat membersihkan kamarku). - Come up with: Menemukan ide atau solusi.
She came up with a brilliant idea for the project. (Dia menemukan ide cemerlang untuk proyek itu). - Come back: Kembali.
What time will you come back home? (Jam berapa kamu akan kembali ke rumah?). - Come from: Berasal dari.
Where do you come from? (Kamu berasal dari mana?). - Come in: Masuk.
Please, come in and have a seat. (Silakan masuk dan duduk).
6. Phrasal Verb dengan Kata “Go”
“Go” juga merupakan kata kerja yang sangat produktif dalam membentuk phrasal verb.
- Go on: Melanjutkan atau terjadi.
Please go on with your story. (Tolong lanjutkan ceritamu).
What’s going on here? (Apa yang sedang terjadi di sini?). - Go out: Pergi keluar untuk bersenang-senang atau padam (lampu, api).
We are going out for dinner tonight. (Kami akan pergi makan malam di luar malam ini). - Go through: Mengalami masa sulit.
She has been going through a lot since her father passed away. (Dia telah melalui banyak hal sejak ayahnya meninggal). - Go over: Memeriksa atau meninjau kembali.
Let’s go over the plan one more time. (Mari kita periksa rencananya sekali lagi). - Go back: Kembali ke suatu tempat.
I want to go back to Bali for my next holiday. (Aku ingin kembali ke Bali untuk liburanku berikutnya).
7. Phrasal Verb Umum Lainnya
Tentu saja, daftarnya tidak berhenti di situ. Masih banyak sekali contoh phrasal verb umum lainnya yang wajib kamu tahu!
- Break down: Rusak (mesin) atau menjadi sangat sedih.
My car broke down on the way to work. (Mobilku mogok di jalan menuju tempat kerja). - Bring up: Membesarkan anak atau mengangkat suatu topik pembicaraan.
She was brought up by her grandparents. (Dia dibesarkan oleh kakek-neneknya). - Call off: Membatalkan.
They had to call off the meeting due to the storm. (Mereka harus membatalkan rapat karena badai). - Carry on: Melanjutkan.
Carry on, you are doing a great job! (Lanjutkan, pekerjaanmu bagus!). - Find out: Mengetahui atau menemukan informasi.
I need to find out when the train leaves. (Aku perlu mencari tahu kapan keretanya berangkat). - Give up: Menyerah.
Don’t give up on your dreams. (Jangan menyerah pada mimpimu). - Hang out: Menghabiskan waktu bersama (santai).
We usually hang out at the cafe on weekends. (Kami biasanya nongkrong di kafe saat akhir pekan). - Hold on: Menunggu sebentar.
Hold on, I’ll be there in a minute. (Tunggu sebentar, aku akan sampai dalam semenit). - Run out of: Kehabisan sesuatu.
We’ve run out of milk. Can you buy some? (Kita kehabisan susu. Bisakah kamu membelinya?). - Turn on / Turn off: Menyalakan / Mematikan (lampu, TV, dll).
Please turn on the light, it’s getting dark. (Tolong nyalakan lampunya, sudah mulai gelap). - Work out: Berolahraga atau berhasil/berjalan lancar.
I try to work out three times a week. (Aku mencoba berolahraga tiga kali seminggu).
Tips Mudah Mengingat dan Menggunakan Phrasal Verb
Melihat daftar yang begitu panjang mungkin membuatmu sedikit pusing. Tenang, ada beberapa cara jitu untuk menguasai phrasal verb tanpa harus menghafal mati:
- Belajar dalam Konteks: Jangan hanya menghafal “give up = menyerah”. Coba buat kalimatmu sendiri atau cari contoh penggunaannya dalam artikel atau video. Konteks akan membantumu mengingat artinya dengan lebih baik.
- Kelompokkan Berdasarkan Topik: Kamu bisa mengelompokkan phrasal verb berdasarkan tema, misalnya phrasal verb untuk traveling (check in, take off, get away) atau untuk pekerjaan (take over, call off).
- Fokus pada yang Paling Umum: Mulailah dengan phrasal verb yang ada di daftar ini. Mereka adalah yang paling sering digunakan, jadi kamu akan lebih sering bertemu dan menggunakannya.
- Gunakan Secara Aktif: Kunci dari belajar bahasa adalah praktik. Coba gunakan satu atau dua phrasal verb baru setiap hari. Ini adalah langkah paling krusial. Memang, menghafal daftar di atas itu bagus, tapi akan jauh lebih efektif jika kamu punya partner untuk berlatih menggunakannya dalam percakapan nyata.
- Tonton dan Dengar: Perbanyak konsumsi konten berbahasa Inggris seperti film, serial TV, atau podcast. Coba perhatikan phrasal verb yang digunakan oleh para penutur asli.
Siap Menggunakan Phrasal Verb dalam Percakapanmu?
Phrasal verb mungkin terlihat rumit pada awalnya, tapi sebenarnya mereka adalah bumbu penyedap yang membuat bahasa Inggrismu jadi lebih ‘hidup’ dan natural. Dengan memahami dan mempraktikkan contoh di atas, kamu selangkah lebih dekat untuk berkomunikasi dengan lebih percaya diri.
Namun, mengetahui teori saja tentu tidak cukup. Tantangan sebenarnya adalah menggunakannya secara spontan dan tepat dalam percakapan. Nah, di sinilah peran praktik berbicara menjadi sangat vital.
Jika kamu mencari lingkungan yang mendukung untuk melatih semua phrasal verb ini hingga lancar, Englishup.id adalah tempat yang tepat.
Dengan metode belajar yang mengedepankan porsi praktik di kelas online interaktif, kamu akan dibimbing untuk tidak hanya hafal, tapi benar-benar terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan percaya diri. Yuk, ubah pengetahuanmu menjadi keahlian nyata!
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Phrasal Verb
- Apa perbedaan antara phrasal verb dan idiom?
- Phrasal verb adalah jenis idiom, tetapi tidak semua idiom adalah phrasal verb. Phrasal verb selalu terdiri dari ‘verb + particle’. Sementara itu, idiom bisa berupa frasa apa pun yang artinya tidak bisa diartikan secara harfiah, contohnya “break a leg” (semoga berhasil).
- Apakah satu phrasal verb bisa punya banyak arti?
- Ya, sangat bisa! Contohnya “take off” bisa berarti pesawat lepas landas, melepas pakaian, atau menjadi sukses secara tiba-tiba. Karena itu, sangat penting untuk memperhatikan konteks kalimatnya.
- Apakah phrasal verb lebih banyak digunakan dalam percakapan lisan?
- Betul. Phrasal verb sangat umum dalam bahasa Inggris lisan dan tulisan informal (seperti email ke teman atau chat). Dalam tulisan yang sangat formal atau akademis, sering kali ada alternatif kata kerja tunggal yang lebih disukai (misalnya, “postpone” lebih formal daripada “put off”).
- Bagaimana cara terbaik untuk memperbanyak hafalan contoh phrasal verb umum?
- Cara terbaik adalah dengan banyak membaca dan mendengarkan konten bahasa Inggris asli. Buatlah catatan kecil setiap kali kamu menemukan phrasal verb baru, lengkap dengan contoh kalimatnya. Latihan secara rutin, terutama dalam percakapan, adalah kuncinya.