15 Contoh Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif & Jawabannya

Pernah nggak sih kamu lagi asyik menulis, lalu merasa kalimatmu terdengar biasa saja dan sedikit monoton? Atau mungkin saat membaca artikel berita, kamu menemukan struktur kalimat yang rasanya “terbalik” dan bikin sedikit bingung? Jika iya, kemungkinan besar kamu baru saja bertemu dengan dua sahabat dalam dunia tata bahasa: kalimat aktif dan kalimat pasif.
15 Contoh Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif & Jawabannya
Memahami cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif bukan cuma soal teori bahasa, lho. Ini adalah skill fundamental yang bisa membuat tulisanmu lebih dinamis dan profesional.
Kemampuan ini sangat krusial, baik saat kamu menulis esai, email formal, hingga saat mempersiapkan diri untuk tes kecakapan berbahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS, di mana variasi kalimat menjadi salah satu poin penilaian.
Di artikel ini, kami di Englishup.id percaya bahwa menguasai dasar-dasar grammar bahasa Inggris adalah fondasi untuk menjadi komunikator yang andal. Karena itu, kami akan mengajakmu menyelami dunia kalimat aktif dan pasif secara tuntas, mulai dari definisi, aturan, hingga 15 contoh lengkap. Yuk, kita mulai!
Memahami Definisi Kalimat Aktif dan Pasif
Sebelum kita loncat ke rumus dan contoh, penting banget untuk paham dulu konsep dasarnya. Apa sih yang membedakan kalimat aktif dengan kalimat pasif? Anggap saja seperti melihat sebuah adegan dari dua sudut pandang yang berbeda.
1. Apa Itu Kalimat Aktif?
Kalimat aktif adalah jenis kalimat di mana subjek (pelaku) secara aktif melakukan suatu tindakan atau pekerjaan. Sederhananya, dalam kalimat aktif, fokus utama kita adalah pada siapa yang melakukan aksi.
Ciri utamanya adalah predikat (kata kerja) sering kali menggunakan imbuhan me-, meng-, mem-, atau ber-. Struktur ini adalah yang paling umum dan sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari karena terdengar lugas dan langsung ke intinya.
Contoh sederhana:
- Rina membaca buku. (Fokus pada Rina sebagai pelaku yang aktif membaca)
- Kucing itu mengejar tikus. (Fokus pada si kucing yang aktif mengejar)
2. Apa Itu Kalimat Pasif?
Kalimat pasif adalah kebalikannya. Di sini, subjek justru menjadi penerima tindakan atau yang dikenai pekerjaan. Fokus dalam kalimat pasif bergeser dari si pelaku ke objek yang dikenai aksi.
Ciri khas kalimat pasif adalah penggunaan predikat dengan imbuhan di- atau ter-. Kalimat ini sering digunakan ketika pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau ketika kita ingin lebih menonjolkan objek atau hasil dari suatu tindakan.
Contoh sederhana:
- Buku dibaca oleh Rina. (Fokus pada buku sebagai objek yang dibaca)
- Tikus dikejar oleh kucing itu. (Fokus pada si tikus yang menjadi korban pengejaran)
Ciri-Ciri dan Perbedaan Utama Kalimat Aktif vs Pasif
Sekarang kamu sudah punya gambaran umumnya. Biar lebih mantap, mari kita bedah lebih dalam struktur dan ciri-ciri khas dari kedua jenis kalimat ini. Memahami perbedaannya adalah kunci utama untuk bisa mengubah kalimat aktif menjadi pasif dengan mulus.
1. Struktur Khas Kalimat Aktif (S-P-O)
Struktur kalimat aktif sangatlah familiar. Pola dasarnya adalah Subjek – Predikat – Objek (S-P-O). Kadang, bisa juga ditambahkan Keterangan (K) di akhir kalimat (S-P-O-K).
- Subjek (S): Pelaku yang melakukan tindakan.
- Predikat (P): Tindakan atau kata kerja yang dilakukan. Biasanya berawalan me-.
- Objek (O): Sesuatu yang dikenai tindakan oleh subjek.
Mari kita bedah contoh: “Chef Juna memasak nasi goreng spesial.”
- Subjek: Chef Juna (siapa yang memasak?)
- Predikat: memasak (apa yang dia lakukan?)
- Objek: nasi goreng spesial (apa yang dimasak?)
Struktur ini terasa sangat alami dan memberikan penekanan pada “Chef Juna” sebagai bintang utamanya.
2. Struktur Khas Kalimat Pasif (O-P-S)
Nah, di sinilah kebalikannya terjadi. Saat mengubah kalimat aktif menjadi pasif, strukturnya ikut berubah menjadi Objek – Predikat – Subjek (O-P-S).
- Objek (O): Objek dari kalimat aktif kini menjadi subjek “baru” di kalimat pasif.
- Predikat (P): Kata kerjanya diubah. Imbuhan me- diganti menjadi di-.
- Subjek (S): Subjek asli dari kalimat aktif kini menjadi “agen” atau pelaku yang sering didahului kata “oleh”.
Mari kita bedah hasil transformasi contoh tadi: “Nasi goreng spesial dimasak oleh Chef Juna.”
- Objek (sekarang jadi Subjek): Nasi goreng spesial
- Predikat: dimasak (imbuhan me- berubah jadi di-)
- Subjek (sekarang jadi Agen): oleh Chef Juna
Perhatikan? Fokusnya sekarang bukan lagi pada Chef Juna, melainkan pada “nasi goreng spesial” yang lezat itu.
Panduan dan Aturan Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Oke, teori sudah cukup, saatnya praktik! Mengubah kalimat aktif menjadi pasif sebenarnya cukup sistematis. Kamu hanya perlu mengikuti tiga langkah sederhana berikut ini. Yuk, kita pelajari satu per satu.
1. Langkah 1: Tukar Posisi Subjek dan Objek
Langkah pertama dan paling fundamental adalah membalik posisi. Ambil objek dari kalimat aktif dan pindahkan ke posisi paling depan untuk menjadikannya subjek baru di kalimat pasif. Sebaliknya, ambil subjek dari kalimat aktif dan pindahkan ke posisi belakang. Dengan menukar posisi ini, kamu sudah setengah jalan dalam proses transformasi.
- Kalimat Aktif: [Pemerintah] membangun [jembatan baru].
- Proses Tukar: [Jembatan baru] … [pemerintah].
2. Langkah 2: Ubah Imbuhan pada Predikat (misal: me- menjadi di-)
Predikat adalah jantung dari kalimat. Untuk mengubahnya ke bentuk pasif, kamu perlu mengganti imbuhan pada kata kerjanya. Aturan yang paling umum adalah:
- Imbuhan me-, meng-, mem-, meny- diubah menjadi di-.
- Imbuhan memper- diubah menjadi diper-.
Contoh Lanjutan:
- Predikat Aktif: membangun
- Proses Ubah: membangun → dibangun
Sekarang, gabungkan dengan langkah pertama: “Jembatan baru dibangun pemerintah.” Kalimatnya sudah hampir jadi!
3. Langkah 3: Tambahkan Kata “oleh” (jika diperlukan)
Langkah terakhir adalah menambahkan kata “oleh” di depan subjek asli (yang sekarang posisinya di belakang). Kata “oleh” berfungsi untuk memperjelas siapa pelaku atau agen dari tindakan tersebut.
Contoh Final:
- Hasil Langkah 2: Jembatan baru dibangun pemerintah.
- Proses Tambah “oleh”: Jembatan baru dibangun oleh pemerintah.
Voila! Kamu berhasil mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Namun, perlu diingat, kata “oleh” ini bersifat opsional. Jika pelaku tidak penting untuk disebutkan atau sudah jelas dari konteks, kamu bisa menghilangkannya. Contoh: “Pintu sudah dikunci.” (Tidak penting siapa yang mengunci).
15 Contoh Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif & Jawabannya
Untuk mengasah pemahamanmu, mari kita berlatih dengan 15 contoh soal dari berbagai konteks. Perhatikan baik-baik perubahan pada subjek, objek, dan predikatnya.
- Aktif: Ibu membeli sayuran segar di pasar.
Pasif: Sayuran segar dibeli oleh Ibu di pasar. - Aktif: Para siswa mengerjakan tugas sekolah dengan tekun.
Pasif: Tugas sekolah dikerjakan oleh para siswa dengan tekun. - Aktif: Penulis itu telah merilis novel terbarunya bulan lalu.
Pasif: Novel terbarunya telah dirilis oleh penulis itu bulan lalu. - Aktif: Perusahaan kami akan meluncurkan produk inovatif tahun depan.
Pasif: Produk inovatif akan diluncurkan oleh perusahaan kami tahun depan. - Aktif: Andi memperbaiki sepedanya yang rusak.
Pasif: Sepedanya yang rusak diperbaiki oleh Andi. - Aktif: Tim SAR menemukan korban bencana alam dalam keadaan selamat.
Pasif: Korban bencana alam ditemukan oleh Tim SAR dalam keadaan selamat. - Aktif: Polisi sedang menyelidiki kasus perampokan bank tersebut.
Pasif: Kasus perampokan bank tersebut sedang diselidiki oleh polisi. - Aktif: Ayah mencuci mobil di halaman depan.
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah di halaman depan. - Aktif: Mereka menyelenggarakan sebuah konser amal untuk donasi.
Pasif: Sebuah konser amal untuk donasi diselenggarakan oleh mereka. - Aktif: Arsitek itu merancang sebuah gedung pencakar langit yang megah.
Pasif: Sebuah gedung pencakar langit yang megah dirancang oleh arsitek itu. - Aktif: Kucing oranye itu memakan semua ikan di meja.
Pasif: Semua ikan di meja dimakan oleh kucing oranye itu. - Aktif: Panitia akan mengumumkan pemenang lomba besok pagi.
Pasif: Pemenang lomba akan diumumkan oleh panitia besok pagi. - Aktif: Negara-negara di dunia harus mengatasi masalah perubahan iklim.
Pasif: Masalah perubahan iklim harus diatasi oleh negara-negara di dunia. - Aktif: Guru menjelaskan materi pelajaran dengan sangat jelas.
Pasif: Materi pelajaran dijelaskan oleh guru dengan sangat jelas. - Aktif: Saya menulis artikel ini untuk membantumu belajar.
Pasif: Artikel ini saya tulis untuk membantumu belajar. (Catatan: untuk subjek “saya/aku”, bentuk pasifnya sering kali tidak menggunakan “di-” tapi langsung menempelkan subjeknya. Contoh lain: “Surat itu kaubaca”).
Kapan Sebaiknya Kita Menggunakan Kalimat Pasif?
Meskipun kalimat aktif lebih sering digunakan, kalimat pasif punya peran penting dalam situasi tertentu. Menggunakannya di saat yang tepat akan membuat tulisanmu terdengar lebih profesional dan efektif. Berikut beberapa kondisinya:
- Saat Pelaku Tidak Diketahui atau Tidak Penting: Ketika fokusnya adalah pada kejadian itu sendiri, bukan siapa yang melakukannya.
- Contoh: “Dompet saya telah dicuri.” (Siapa pencurinya tidak diketahui).
- Untuk Memberi Penekanan pada Objek atau Hasil: Ketika kamu ingin menyorot hasil dari sebuah tindakan.
- Contoh: “Vaksin COVID-19 ditemukan setelah melalui riset panjang.” (Fokus pada penemuan vaksinnya, bukan hanya pada tim penelitinya).
- Dalam Penulisan Ilmiah, Laporan, atau Berita: Gaya penulisan ini membutuhkan objektivitas dan nada yang formal. Kalimat pasif membantu menghilangkan unsur subjektif, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
- Contoh: “Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan survei.” (Terdengar lebih ilmiah daripada “Kami mengumpulkan data…”). Kemampuan ini sangat berguna saat kamu perlu menulis laporan atau email profesional dalam Bahasa Inggris.
- Untuk Menghindari Penunjukan Pelaku Secara Langsung (Menjaga Kesopanan): Terkadang, kalimat pasif digunakan untuk menyampaikan kabar buruk atau kesalahan secara lebih halus.
- Contoh: “Terjadi kesalahan dalam pengiriman barang.” (Lebih halus daripada “Anda melakukan kesalahan pengiriman barang.”).
Kesimpulan: Dari Teori Grammar ke Praktik Bicara
Selamat! Kamu baru saja menyelesaikan panduan lengkap tentang cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Ingat, kuncinya ada pada pemahaman struktur (S-P-O vs O-P-S) dan tiga langkah mudah: tukar subjek-objek, ubah predikat, dan tambahkan ‘oleh’ jika perlu.
Memahami teori grammar seperti ini adalah langkah awal yang sangat baik. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menerapkan semua ini secara spontan dalam sebuah conversation Bahasa Inggris. Teori saja tidak cukup untuk membangun refleks dan kepercayaan diri.
Di sinilah pentingnya praktik. Jika kamu serius ingin meningkatkan kemampuanmu dari sekadar tahu teori menjadi lancar berbicara, kamu butuh lingkungan yang mendukung untuk berlatih.
Di Englishup.id, kami fokus pada metode belajar yang mengedepankan praktik berbicara intensif melalui kelas online interaktif. Kamu tidak hanya belajar aturan, tapi juga langsung mempraktikkannya hingga terbiasa, membuatmu semakin percaya diri untuk berkomunikasi dalam situasi apa pun.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Kalimat Aktif dan Pasif
- Apakah semua kalimat aktif bisa diubah menjadi pasif?
- Tidak semua. Syarat utama sebuah kalimat aktif bisa diubah menjadi pasif adalah ia harus memiliki objek (disebut juga kalimat transitif). Kalimat yang tidak memiliki objek (kalimat intransitif), seperti “Dia tertawa” atau “Saya tidur”, tidak bisa diubah menjadi bentuk pasif.
- Kapan kata “oleh” bisa dihilangkan dalam kalimat pasif?
- Kata “oleh” bisa dihilangkan ketika pelaku (agen) dari tindakan tersebut tidak diketahui, tidak penting untuk disebutkan, atau sudah sangat jelas dari konteks kalimat. Contoh: “Jalan tol baru sedang dibangun.” (Tidak terlalu penting untuk menyebutkan kontraktor spesifiknya dalam konteks umum).
- Apa perbedaan utama mengubah kalimat pasif dalam Bahasa Indonesia vs Bahasa Inggris?
- Konsepnya sama: subjek menjadi penerima aksi. Perbedaannya terletak pada predikat (verb). Dalam Bahasa Inggris, kalimat pasif dibentuk dengan rumus auxiliary verb “to be” (is, am, are, was, were) + Past Participle (V3). Contoh: “Rina reads a book” (aktif) menjadi “A book is read by Rina” (pasif). Menguasai pola ini sesuai dengan tenses yang tepat adalah kunci agar Bahasa Inggrismu terdengar natural dan benar.
- Mengapa kalimat pasif sangat sering digunakan dalam penulisan berita?
- Jurnalisme menekankan objektivitas dan fakta. Kalimat pasif membantu menempatkan fokus pada peristiwa atau objek berita itu sendiri, bukan pada siapa yang melaporkannya. Contoh: “Tiga tersangka telah ditangkap oleh pihak kepolisian” lebih menyoroti fakta penangkapan daripada aksi polisi itu sendiri, sehingga terdengar lebih formal dan faktual.