Panduan Lengkap Penggunaan S dan ES (Beserta Contoh Kalimat)

Pernahkah kamu merasa sedikit pusing saat harus memilih antara menambahkan akhiran -s atau -es pada kata dalam bahasa Inggris? Misalnya, kenapa book menjadi books, tapi box menjadi boxes? Atau kenapa kita bilang he works, tapi she washes?
Tenang, kamu tidak sendirian! Kebingungan ini sangat umum dialami oleh banyak pembelajar bahasa Inggris di Indonesia.
Aturan kecil ini memang seringkali dianggap sepele, padahal sangat fundamental. Kesalahan dalam penggunaan s dan es bisa membuat kalimatmu terdengar tidak alami.
Di Englishup.id, kami percaya bahwa pemahaman teori seperti ini adalah langkah pertama yang krusial sebelum melompat ke praktek berbicara agar lebih percaya diri. Yuk, kita kupas tuntas semuanya, mulai dari aturan dasar hingga contoh praktisnya!
Kenapa Akhiran -s dan -es Penting dalam Bahasa Inggris?
Sebelum kita menyelam ke dalam aturan-aturannya, penting untuk tahu dulu kenapa sih kita harus repot-repot memikirkan hal ini? Akhiran -s dan -es punya dua fungsi utama yang sangat krusial dalam struktur kalimat bahasa Inggris:
- Menandakan Bentuk Jamak (Plural) pada Kata Benda: Fungsi paling umum adalah untuk menunjukkan bahwa sebuah benda berjumlah lebih dari satu. Misalnya, one apple (satu apel) menjadi two apples (dua apel). Tanpa akhiran ini, lawan bicara kita tidak akan tahu apakah kita membicarakan satu atau banyak benda.
- Menyesuaikan Kata Kerja dengan Subjek (Subject-Verb Agreement): Dalam Simple Present Tense, kata kerja harus “cocok” dengan subjeknya. Jika subjeknya adalah orang ketiga tunggal (he, she, it, atau nama orang/benda tunggal), maka kata kerjanya wajib ditambahkan akhiran -s atau -es. Contohnya, I walk (tanpa -s), tapi He walks (dengan -s). Ini adalah pilar utama dalam tata bahasa Inggris yang benar.
Jadi, menguasai penggunaan s dan es bukan hanya soal hafalan, tapi soal memahami logika dasar bahasa Inggris agar komunikasi kamu menjadi lebih jelas dan akurat.
Tentu saja, untuk membuatnya terdengar natural seperti penutur asli, teori ini perlu dibarengi dengan banyak latihan berbicara. Siap untuk jadi master? Ayo kita mulai!
Aturan Penggunaan -s dan -es pada Kata Benda (Plural Nouns)
Mari kita mulai dari fungsi pertama, yaitu mengubah kata benda tunggal (singular) menjadi jamak (plural). Aturan mainnya cukup jelas, kok. Kamu hanya perlu memperhatikan huruf terakhir dari kata benda tersebut.
1. Aturan Dasar: Kapan Cukup Menambahkan ‘-s’?
Ini adalah aturan yang paling umum dan paling mudah. Untuk sebagian besar kata benda dalam bahasa Inggris, kamu cukup menambahkan huruf -s di akhir kata untuk membuatnya menjadi jamak. Anggap saja ini adalah “aturan default”.
Contohnya:
- Book → Books (Buku)
- Car → Cars (Mobil)
- Table → Tables (Meja)
- Student → Students (Siswa)
- Computer → Computers (Komputer)
- House → Houses (Rumah)
Gampang, kan? Selama kata bendanya tidak masuk dalam kategori khusus di bawah ini, cukup tambahkan -s saja.
2. Aturan Khusus: Kapan Harus Menambahkan ‘-es’? (Kata berakhiran -sh, -ch, -s, -x, -z)
Nah, di sinilah sedikit tantangan dimulai. Kamu perlu menambahkan akhiran -es jika kata benda tersebut berakhiran dengan bunyi desis (hissing sound). Logikanya sederhana: menambahkan -es membuat kata tersebut lebih mudah diucapkan.
Coba saja ucapkan “boxs” atau “churchs”, pasti lidahmu sedikit terpeleset, kan? Bandingkan dengan “boxes” atau “churches” yang lebih mengalir.
Berikut adalah kelompok kata yang wajib ditambahkan -es:
- Berakhiran -s: Bus → Buses (Bis), Gas → Gases (Gas), Class → Classes (Kelas)
- Berakhiran -sh: Bush → Bushes (Semak-semak), Wish → Wishes (Harapan), Dish → Dishes (Piring)
- Berakhiran -ch: Match → Matches (Korek api/Pertandingan), Church → Churches (Gereja), Watch → Watches (Jam tangan)
- Berakhiran -x: Box → Boxes (Kotak), Fox → Foxes (Rubah), Tax → Taxes (Pajak)
- Berakhiran -z: Quiz → Quizzes (Kuis – perhatikan huruf ‘z’ digandakan), Buzz → Buzzes (Dengungan)
3. Aturan untuk Kata Benda yang Berakhiran Huruf ‘Y’
Untuk kata benda yang berakhiran huruf ‘y’, ada dua skenario berbeda. Kuncinya adalah melihat huruf apa yang ada sebelum huruf ‘y’ tersebut.
Skenario 1: Huruf Vokal + Y
Jika sebelum huruf ‘y’ ada huruf vokal (a, i, u, e, o), aturannya kembali ke aturan dasar. Kamu cukup menambahkan -s.
- Boy → Boys (Anak laki-laki)
- Day → Days (Hari)
- Key → Keys (Kunci)
- Toy → Toys (Mainan)
Skenario 2: Huruf Konsonan + Y
Jika sebelum huruf ‘y’ ada huruf konsonan (selain a, i, u, e, o), kamu harus mengubah huruf ‘y’ menjadi ‘i’ lalu menambahkan -es.
- Baby → Babies (Bayi)
- City → Cities (Kota)
- Story → Stories (Cerita)
- Party → Parties (Pesta)
- Lady → Ladies (Wanita)
4. Aturan untuk Kata Benda yang Berakhiran Huruf ‘O’
Sama seperti akhiran ‘y’, kata benda berakhiran ‘o’ juga punya dua perlakuan. Kuncinya lagi-lagi ada pada huruf sebelum ‘o’.
Skenario 1: Huruf Vokal + O
Jika sebelum huruf ‘o’ ada huruf vokal, kamu cukup menambahkan -s.
- Radio → Radios (Radio)
- Zoo → Zoos (Kebun binatang)
- Video → Videos (Video)
- Kangaroo → Kangaroos (Kanguru)
Skenario 2: Huruf Konsonan + O
Jika sebelum huruf ‘o’ ada huruf konsonan, biasanya kamu perlu menambahkan -es.
- Potato → Potatoes (Kentang)
- Tomato → Tomatoes (Tomat)
- Hero → Heroes (Pahlawan)
- Echo → Echoes (Gema)
Penting untuk dicatat: Ada beberapa pengecualian untuk aturan ini, terutama untuk kata-kata yang berbau teknologi atau musik yang berasal dari bahasa lain. Kata-kata ini seringkali hanya ditambahkan -s.
- Photo → Photos (Foto)
- Piano → Pianos (Piano)
- Logo → Logos (Logo)
Aturan Penggunaan -s dan -es pada Kata Kerja (Verbs)
Sekarang kita beralih ke fungsi kedua, yaitu penyesuaian kata kerja atau verb. Bagian ini sangat penting untuk membuat kalimat Simple Present Tense yang gramatikal. Kesalahan di area ini adalah salah satu yang paling sering terjadi saat berbicara, lho! Jadi, yuk perhatikan baik-baik.
1. Kapan Kata Kerja Perlu Ditambah Akhiran -s/-es? (Simple Present Tense)
Aturan ini hanya berlaku dalam satu kondisi spesifik:
Saat kalimat menggunakan Simple Present Tense DAN subjeknya adalah orang ketiga tunggal (third-person singular).
Siapa saja yang termasuk orang ketiga tunggal?
- Pronouns (Kata Ganti): He (Dia laki-laki), She (Dia perempuan), It (Dia benda/hewan)
- Nama Orang Tunggal: Budi, Sarah, John
- Benda/Konsep Tunggal: The cat, The house, The company, My mother
Jika subjeknya adalah I, You, We, They, atau kata benda jamak (cats, houses, people), maka kata kerjanya TIDAK perlu ditambahkan -s/-es.
Perhatikan perbedaannya:
- I work hard. (Subjek ‘I’, tanpa -s)
- He works hard. (Subjek ‘He’, pakai -s)
- They live in Jakarta. (Subjek ‘They’, tanpa -s)
- She lives in Jakarta. (Subjek ‘She’, pakai -s)
2. Cara Menambahkan -s/-es pada Kata Kerja (Aturannya Sama!)
Ini dia kabar baiknya! Aturan ejaan untuk menambahkan -s atau -es pada kata kerja SAMA PERSIS dengan aturan untuk kata benda jamak yang sudah kita bahas tadi. Kamu tidak perlu menghafal aturan baru.
- Aturan Dasar (tambah -s): Untuk sebagian besar kata kerja.
- work → works
- play → plays
- run → runs
- sing → sings
- Berakhiran -s, -sh, -ch, -x, -z (tambah -es):
- miss → misses
- wash → washes
- watch → watches
- fix → fixes
- buzz → buzzes
- Berakhiran Konsonan + Y (ubah y jadi i + es):
- study → studies
- cry → cries
- try → tries
- fly → flies
- Berakhiran Vokal + Y (tambah -s):
- play → plays
- say → says (pengucapannya “sez”)
- enjoy → enjoys
- Berakhiran -o (tambah -es):
- go → goes
- do → does
Panduan Praktis Lewat Contoh Kalimat
Teori tanpa praktik tentu kurang lengkap. Agar pemahamanmu tentang penggunaan s dan es semakin mantap, mari kita lihat langsung penerapannya dalam kalimat utuh.
1. Contoh Penggunaan S dan ES pada Kata Benda
Perhatikan bagaimana kata benda berubah dari tunggal ke jamak.
| Bentuk Tunggal (Singular) | Bentuk Jamak (Plural) |
|---|---|
| I need to buy a new book. | My library has thousands of books. |
| There is a bus at the station. | Many buses are late today. |
| She has a beautiful watch. | The store sells various watches. |
| What a cute baby! | The park is full of happy babies. |
| I will eat a potato for lunch. | Please buy some potatoes at the market. |
2. Contoh Penggunaan S dan ES pada Kata Kerja
Perhatikan bagaimana kata kerja berubah tergantung pada subjeknya.
| Subjek (I, You, We, They, Plural) | Subjek (He, She, It, Singular) |
|---|---|
| I drink coffee every morning. | She drinks tea every morning. |
| They go to the cinema on weekends. | He goes to the gym on weekends. |
| We watch a lot of movies. | My brother watches a lot of cartoons. |
| You study very hard. | The student studies very hard. |
| The cats play in the garden. | The cat plays with a ball. |
Dari Teori ke Praktik: Saatnya PD Berbicara! (Kesimpulan)
Bagaimana? Ternyata aturan penggunaan s dan es tidak serumit yang dibayangkan, bukan? Dengan memahami kapan harus menambah -s atau -es, tulisan dan ucapanmu akan terdengar jauh lebih benar dan profesional.
Namun, memahami teori adalah satu hal, tapi menerapkannya secara spontan saat berbicara adalah tantangan yang berbeda.
Seringkali, kita tahu aturannya di kepala, tapi masih sering salah ucap saat ngobrol langsung. Inilah mengapa porsi latihan berbicara menjadi sangat penting untuk membangun kebiasaan dan kepercayaan diri.
Jika kamu merasa butuh partner dan lingkungan yang mendukung untuk mempraktikkan semua teori ini, kelas di Englishup.id bisa menjadi solusi yang tepat.
Dengan bimbingan tutor profesional dan fokus pada praktik percakapan via Zoom, kamu akan terbiasa menggunakan grammar yang benar secara alami, baik untuk dewasa maupun anak-anak.
Jangan biarkan keraguan grammar menghambatmu. Ayo mulai perjalananmu menjadi pembicara yang lebih percaya diri!
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Aturan S dan ES
- Apakah semua kata benda jamak mengikuti aturan penggunaan s dan es ini?
- Tidak semua. Ada yang disebut “irregular plural nouns” (kata benda jamak tidak beraturan) yang perubahannya tidak mengikuti pola -s/-es. Contohnya: man → men, child → children, foot → feet, mouse → mice. Kata-kata ini perlu dihafalkan secara terpisah.
- Kenapa aturan penambahan -s/-es pada kata kerja dan kata benda sangat mirip?
- Kemiripan ini bukan kebetulan! Alasan utamanya adalah untuk kemudahan pengucapan (fonetik). Aturan untuk kata berakhiran desis (-s, -sh, -ch, dll.) yang ditambahkan -es berlaku untuk keduanya agar kata tersebut lebih mudah dilafalkan.
- Apakah aturan penambahan -s/-es pada kata kerja berlaku untuk semua tenses?
- Tidak. Aturan ini spesifik hanya untuk Simple Present Tense. Dalam tenses lain seperti Past Tense (misal: worked, went) atau Continuous Tense (misal: working, going), aturan ini tidak berlaku.
- Apa trik termudah untuk mengingat kapan harus pakai -s/-es pada kata kerja?
- Ingat saja mantra ini: “He, She, It, verb-nya genit!“. Maksudnya, kalau subjeknya He, She, It (atau subjek tunggal lainnya), kata kerjanya (verb) harus “genit” dengan ditambahkan akhiran -s atau -es.
Untuk subjek lain (I, You, We, They), kata kerjanya tetap biasa saja. Mantra ini sangat membantu, dan akan menjadi otomatis jika sering kamu praktikkan dalam percakapan!