EnglishUp - PT. Upskill Digital Indonesia

  +62 813-1138-680  [email protected]


Nominal Sentence: Pengertian, Rumus, dan 5 Contohnya

Pernahkah kamu mencoba mendeskripsikan sesuatu dalam bahasa Inggris? Misalnya saat bilang “Aku bahagia” (I am happy) atau “Dia adalah seorang dokter” (He is a doctor). Sadar nggak, kalau di dalam kalimat-kalimat itu tidak ada kata kerja aksi seperti eat, run, atau study? Nah, inilah momen perkenalanmu dengan salah satu struktur kalimat paling dasar dan penting dalam bahasa Inggris: nominal sentence.

Bagi banyak pemula, konsep ini seringkali terlewat, padahal menguasainya adalah kunci untuk membuat kalimat yang benar dan terdengar natural. Tanpa pemahaman yang baik tentang kalimat nominal, kamu bisa terjebak membuat kalimat seperti “I happy” yang secara gramatikal keliru.

Di artikel ini, kita akan kupas tuntas semua tentang nominal sentence, mulai dari pengertian dasarnya, perbedaannya dengan kalimat verbal, rumusnya yang super mudah, hingga puluhan contoh dalam berbagai tenses. Yuk, kita mulai petualangannya!

Apa Itu Nominal Sentence?

Secara sederhana, nominal sentence adalah jenis kalimat yang predikatnya BUKAN kata kerja aksi (action verb). Sebaliknya, predikat dalam kalimat ini menggunakan kata kerja bantu ‘to be’ (seperti is, am, are, was, were) yang diikuti oleh sebuah pelengkap (complement).

Fungsi utama dari nominal sentence adalah untuk:

  • Mengidentifikasi sesuatu atau seseorang (Contoh: She is a teacher).
  • Mendeskripsikan kualitas atau kondisi subjek (Contoh: The car is new).
  • Menyatakan keberadaan atau lokasi (Contoh: They are in the park).

Bayangkan kalimat ini seperti kartu identitas atau KTP untuk subjeknya. Ia tidak menceritakan apa yang subjek lakukan, melainkan menjelaskan siapa atau bagaimana subjek itu adanya. Inilah yang membuatnya menjadi fondasi penting dalam percakapan sehari-hari.

1. Perbedaan Mendasar Kalimat Nominal dan Verbal

Untuk memahami nominal sentence lebih dalam, cara terbaik adalah dengan membandingkannya langsung dengan “saudaranya”, yaitu verbal sentence (kalimat verbal). Perbedaan utamanya terletak pada jenis predikat yang digunakan.

Mari kita lihat tabel perbandingan berikut agar lebih jelas:

Aspek Nominal Sentence Verbal Sentence
Fokus Utama Kondisi, identitas, atau deskripsi subjek. Aksi atau kegiatan yang dilakukan subjek.
Predikat Menggunakan To Be + Complement (Pelengkap). Menggunakan Action Verb (Kata Kerja Aksi).
Contoh I am a student. (Saya adalah seorang murid). I study English. (Saya belajar bahasa Inggris).
Contoh Lain The food is delicious. (Makanannya lezat). She eats the food. (Dia memakan makanan itu).
Bentuk Negatif Menambahkan ‘not’ setelah ‘to be’. Contoh: He is not here. Menambahkan ‘do/does/did not’ sebelum kata kerja. Contoh: He does not live here.

Intinya, jika kamu melihat ada action verb seperti go, sleep, write, read, maka itu adalah kalimat verbal. Tapi jika kamu melihat ada ‘to be’ yang diikuti oleh kata sifat, kata benda, atau kata keterangan, maka itulah sebuah nominal sentence.

Rumus dan Komponen Utama Nominal Sentence

Kabar baiknya, rumus nominal sentence sangatlah sederhana dan mudah dihafal. Struktur dasarnya tidak banyak berubah, hanya ‘to be’-nya saja yang perlu disesuaikan dengan tenses dan subjek yang digunakan. Komponen utamanya ada tiga: Subjek, To Be, dan Complement.

1. Rumus Bentuk Positif (+), Negatif (-), dan Tanya (?)

Sama seperti kalimat lainnya, nominal sentence juga memiliki tiga bentuk utama: positif (pernyataan), negatif (penyangkalan), dan interogatif (pertanyaan). Mari kita bedah satu per satu.

Bentuk Positif (+):
Bentuk ini digunakan untuk membuat pernyataan atau memberikan informasi. Rumusnya adalah yang paling dasar.

Rumus: Subject + to be + Complement

  • She is beautiful. (Dia cantik.)
  • We are ready. (Kami siap.)

Bentuk Negatif (-):
Bentuk ini digunakan untuk menyangkal atau menyatakan sesuatu yang tidak benar. Caranya sangat mudah, cukup tambahkan kata ‘not’ setelah ‘to be’.

Rumus: Subject + to be + not + Complement

  • She is not beautiful. (Dia tidak cantik.)
  • We are not ready. (Kami tidak siap.)

Bentuk Tanya (?):
Bentuk ini digunakan untuk bertanya. Caranya adalah dengan memindahkan ‘to be’ ke awal kalimat, sebelum subjek.

Rumus: To be + Subject + Complement + ?

  • Is she beautiful? (Apakah dia cantik?)
  • Are we ready? (Apakah kami siap?)

2. Penggunaan To Be (is, am, are, was, were, will be)

‘To be’ adalah jantung dari sebuah nominal sentence. Pemilihan ‘to be’ yang tepat bergantung pada subjek dan waktu (tenses) kejadian. Kesalahan memilih ‘to be’ adalah kesalahan gramatikal yang paling umum, jadi perhatikan baik-baik bagian ini ya!

Berikut adalah panduan lengkapnya:

Tense To Be Subjek yang Digunakan Contoh Kalimat
Present (Masa Kini) am I I am a writer.
is He, She, It, Nama orang (tunggal), Benda (tunggal) The cat is cute.
are You, We, They, Nama orang (jamak), Benda (jamak) They are my friends.
Past (Masa Lampau) was I, He, She, It, Benda (tunggal) She was sick yesterday.
were You, We, They, Benda (jamak) We were late.
Future (Masa Depan) will be Semua Subjek (I, You, We, They, He, She, It) It will be fun.

3. Mengenal Complement: Adjective, Noun, Adverb (ANA)

Complement atau pelengkap adalah informasi yang melengkapi ‘to be’ untuk menjelaskan subjek. Agar mudah diingat, kita bisa singkat jenis-jenis complement ini menjadi ANA: Adjective, Noun, dan Adverb.

1. Adjective (Kata Sifat)
Ini adalah jenis complement yang paling umum. Adjective digunakan untuk mendeskripsikan sifat, kualitas, atau kondisi dari subjek.

  • The movie is interesting. (Filmnya menarik.)
  • My parents are proud of me. (Orang tuaku bangga padaku.)
  • I was so tired last night. (Aku sangat lelah tadi malam.)

2. Noun (Kata Benda)
Noun sebagai complement berfungsi untuk mengidentifikasi atau memberi “label” pada subjek. Biasanya didahului oleh artikel ‘a’, ‘an’, atau ‘the’.

  • Mr. Budi is a respected principal. (Pak Budi adalah seorang kepala sekolah yang dihormati.)
  • They are the best team in the league. (Mereka adalah tim terbaik di liga.)
  • This is my favorite book. (Ini adalah buku favoritku.)

3. Adverb (Kata Keterangan)
Adverb sebagai complement biasanya digunakan untuk menjelaskan lokasi (adverb of place) atau waktu (adverb of time).

  • The keys are on the table. (Kuncinya ada di atas meja.)
  • The meeting was at 10 AM. (Rapatnya jam 10 pagi.)
  • I will be there in five minutes. (Aku akan tiba di sana dalam lima menit.)

Contoh Nominal Sentence dalam Berbagai Tense

Teori sudah, sekarang saatnya praktik! Melihat banyak contoh adalah cara terbaik untuk memantapkan pemahaman. Mari kita lihat bagaimana nominal sentence bekerja dalam tiga tenses paling umum: Simple Present, Simple Past, dan Simple Future.

1. Contoh Nominal Sentence (Simple Present Tense)

Digunakan untuk fakta, kebenaran umum, kebiasaan, dan kondisi yang terjadi saat ini.

  • (+) Positif: The sky is blue. (Langit itu biru.)
  • (-) Negatif: I am not busy right now. (Aku tidak sibuk sekarang.)
  • (?) Tanya: Are your brothers students? (Apakah saudara-saudaramu pelajar?)
  • (+) Contoh Lain: This coffee is too sweet for me. (Kopi ini terlalu manis untukku.)
  • (-) Contoh Lain: She is not from Indonesia. (Dia bukan dari Indonesia.)

2. Contoh Nominal Sentence (Simple Past Tense)

Digunakan untuk menceritakan kondisi, identitas, atau lokasi di masa lampau yang sudah selesai.

  • (+) Positif: He was my classmate in high school. (Dia adalah teman sekelasku di SMA.)
  • (-) Negatif: They were not at the party last night. (Mereka tidak ada di pesta tadi malam.)
  • (?) Tanya: Was the exam difficult? (Apakah ujiannya sulit?)
  • (+) Contoh Lain: The weather was very cold yesterday. (Cuacanya sangat dingin kemarin.)
  • (-) Contoh Lain: I was not aware of the problem. (Saya tidak sadar akan masalah itu.)

3. Contoh Nominal Sentence (Simple Future Tense)

Digunakan untuk menyatakan kondisi, identitas, atau lokasi yang akan terjadi di masa depan.

  • (+) Positif: The show will be amazing. (Pertunjukannya akan luar biasa.)
  • (-) Negatif: Don’t worry, I will not be late. (Jangan khawatir, aku tidak akan terlambat.)
  • (?) Tanya: Will you be home for dinner? (Apakah kamu akan di rumah untuk makan malam?)
  • (+) Contoh Lain: She will be a successful architect someday. (Dia akan menjadi arsitek sukses suatu hari nanti.)
  • (-) Contoh Lain: The new regulation will not be effective until next month. (Peraturan baru itu tidak akan efektif sampai bulan depan.)

Siap Mengubah Teori Menjadi Kebiasaan? (Kesimpulan)

Selamat! Kamu baru saja menyelesaikan panduan lengkap tentang nominal sentence. Dari pengertian dasarnya yang membedakannya dengan kalimat verbal, hingga rumus dan komponen utamanya (Subject + To Be + Complement), kini kamu punya bekal teori yang kuat.

Namun, kita semua tahu bahwa memahami teori saja tidak cukup. Kunci sesungguhnya adalah praktik. Seringkali, saat ingin berbicara, kita masih ragu, “Pakai is atau are, ya?” atau “Kalimatku sudah terdengar natural belum?” Keraguan inilah yang menghambat kita untuk bisa ngobrol dengan pede.

Di sinilah pentingnya memiliki lingkungan belajar yang mendukung dan partner berlatih yang bisa memberikan feedback langsung. Jika kamu ingin mengubah semua teori ini menjadi kebiasaan berbicara yang otomatis dan percaya diri, Englishup.id siap membantumu.

Dengan kelas online via Zoom yang fokus pada praktik berbicara, kamu akan dibimbing untuk menggunakan grammar secara tepat dalam percakapan nyata, bukan hanya di atas kertas. Hasilnya? Kamu jadi makin pede dan lancar mendeskripsikan apa pun di sekitarmu!


FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Nominal Sentence

Apa perbedaan paling mendasar antara nominal dan verbal sentence?
Perbedaan utamanya ada di predikat. Nominal sentence menggunakan predikat ‘to be + complement’ untuk mendeskripsikan subjek (contoh: He is smart). Sementara itu, verbal sentence menggunakan predikat ‘action verb’ untuk menunjukkan aksi yang dilakukan subjek (contoh: He reads a book).

Apakah nominal sentence hanya bisa digunakan di tenses simple (present, past, future)?
Tidak. Nominal sentence bisa digunakan di hampir semua tenses. Contohnya dalam Present Perfect (She has been busy) atau Present Continuous (He is being annoying). Namun, untuk pemula, menguasai tiga tenses simple sudah merupakan langkah awal yang sangat baik.

Bagaimana cara mudah mengingat kapan harus pakai ‘was’ dan ‘were’?
Cara mudahnya: ‘was’ digunakan untuk subjek tunggal (I, He, She, It, a cat, a book). ‘Were’ digunakan untuk subjek jamak (We, They, cats, books) dan untuk ‘You’ (baik tunggal maupun jamak).

Kenapa ‘to be’ sangat krusial dalam sebuah nominal sentence?
‘To be’ berfungsi sebagai jembatan atau penghubung (linking verb) antara subjek dan complement-nya. Tanpa ‘to be’, kalimat menjadi tidak lengkap dan salah secara gramatikal. Mengatakan “She beautiful” itu salah; yang benar adalah “She is beautiful”. ‘To be’ memberikan nyawa pada kalimat tersebut.

Leave a Reply