10 Istilah Bahasa Inggrisnya yang Sering Salah Diartikan

Pernahkah kamu merasa super percaya diri saat ngobrol pakai bahasa Inggris, tapi tiba-tiba lawan bicaramu malah memasang muka bingung? Atau mungkin kamu menulis email profesional, tapi balasannya kok nggak sesuai harapan? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak dari kita sering terjebak dalam kesalahan yang sama, yaitu salah mengartikan atau menggunakan istilah yang kelihatannya sepele.
Kesalahan ini bukan karena kita nggak pintar, lho. Sering kali, ini terjadi karena kita menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, kata per kata. Padahal, bahasa itu lebih dari sekadar kata—ada konteks, budaya, dan frasa-frasa unik yang nggak bisa diterjemahkan begitu saja.
Dalam artikel ini, kita akan bongkar tuntas 10 istilah bahasa Inggris yang sering bikin kita garuk-garuk kepala, lengkap dengan penjelasan dan koreksi yang benar. Yuk, kita mulai!
Kenapa Istilah Bahasa Inggris Sering Disalahartikan?
Sebelum masuk ke daftar istilahnya, penting banget untuk kita pahami dulu akar masalahnya. Kenapa sih kita sering salah? Memahami ini akan membantumu lebih waspada di kemudian hari.
1. Jebakan Terjemahan Literal (Kata per Kata)
Ini adalah biang keladi paling umum. Logika kita sering kali bekerja seperti ini: “Aku mau bilang ‘terima kasih sebelumnya’, berarti bahasa Inggrisnya ‘thanks before'”. Kedengarannya masuk akal, kan? Sayangnya, bahasa tidak bekerja sesederhana itu.
Setiap bahasa punya struktur dan cara mengungkapkan ide yang unik. Menerjemahkan secara literal sering kali menghasilkan kalimat yang aneh, tidak alami, atau bahkan salah total di telinga native speaker.
2. Perbedaan Konteks Budaya dan Penggunaan
Sebuah kata atau frasa bisa punya makna yang berbeda tergantung pada situasi dan budaya. Misalnya, cara kita menolak tawaran di Indonesia mungkin cenderung lebih halus dan berputar-putar. Jika kita terjemahkan langsung ke dalam budaya Barat yang lebih direct, bisa jadi kita dianggap tidak tulus atau tidak jelas.
Memahami konteks budaya di balik penggunaan sebuah frasa adalah kunci untuk berkomunikasi secara efektif.
3. Kurang Familiar dengan Idiom dan Frasa Umum
Bahasa Inggris kaya akan idiom, yaitu ungkapan yang maknanya tidak bisa diartikan dari gabungan kata-katanya. Contohnya, “break a leg” yang artinya “semoga berhasil”, bukan “patahkan kaki”. Karena kita jarang terpapar dengan ungkapan-ungkapan ini dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari, kita cenderung menghindarinya atau, lebih parah lagi, salah menggunakannya.
10 Istilah Bahasa Inggris yang Sering Keliru dan Koreksinya
Nah, sekarang kita masuk ke bagian inti! Siapkan catatanmu dan mari kita bedah satu per satu kesalahan umum yang sering terjadi beserta cara memperbaikinya.
1. ‘I’m boring’ vs ‘I’m bored’
Ini adalah salah satu kesalahan paling klasik. Banyak yang ingin bilang “Aku bosan” tapi malah mengucapkannya sebagai “I’m boring”.
- Yang Salah: I’m boring. (Artinya: Saya adalah orang yang membosankan).
- Kenapa Salah: Adjektiva berakhiran -ing (seperti boring, interesting, exciting) digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu atau seseorang yang menyebabkan perasaan itu. Adjektiva berakhiran -ed (seperti bored, interested, excited) digunakan untuk mendeskripsikan orang yang merasakan perasaan itu.
- Yang Benar: I’m bored. (Artinya: Saya merasa bosan).
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“This movie is so boring, that’s why I feel bored now.” (Film ini sangat membosankan, itulah kenapa aku merasa bosan sekarang).
2. ‘Thanks before’ vs ‘Thanks in advance’
Kesalahan ini muncul dari terjemahan literal “terima kasih sebelumnya”.
- Yang Salah: Thanks before.
- Kenapa Salah: Frasa ini tidak ada dan tidak lazim dalam bahasa Inggris. “Before” biasanya membutuhkan objek atau klausa setelahnya (misal: before you go).
- Yang Benar: Thanks in advance.
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“Could you please send me the report by 5 PM? Thanks in advance.“ (Bisakah kamu mengirimkan laporannya sebelum jam 5 sore? Terima kasih sebelumnya).
3. ‘Borrow’ vs ‘Lend’ (Meminjam vs Meminjamkan)
Keduanya memang berhubungan dengan pinjam-meminjam, tapi arahnya berbeda. Ini sering sekali tertukar.
- Borrow: Mengambil sesuatu dari seseorang dengan niat untuk mengembalikannya (artinya: meminjam). Arahnya adalah ke diri kita.
- Lend: Memberikan sesuatu kepada seseorang dengan harapan akan dikembalikan (artinya: meminjamkan). Arahnya adalah dari diri kita ke orang lain.
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“Can I borrow your pen?” (Bolehkah aku meminjam pulpenmu?)
“Sure, I can lend you my pen.” (Tentu, aku bisa meminjamkanmu pulpenku).
4. ‘Fun’ vs ‘Funny’ (Menyenangkan vs Lucu)
Sekilas mirip, tapi maknanya sangat berbeda.
- Fun: Sesuatu yang membuatmu menikmati waktu dan merasa senang (menyenangkan).
- Funny: Sesuatu yang membuatmu tertawa (lucu).
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“Going to the beach with friends was so fun.” (Pergi ke pantai bersama teman-teman sangat menyenangkan).
“That comedian is really funny; I couldn’t stop laughing.” (Komedian itu sangat lucu; aku tidak bisa berhenti tertawa).
Sebuah acara bisa jadi fun tapi belum tentu funny.
5. ‘Hear’ vs ‘Listen’ (Mendengar Tanpa Sengaja vs Menyimak)
Keduanya terkait indra pendengaran, tapi tingkat kesengajaannya berbeda.
- Hear: Kemampuan telinga untuk menangkap suara tanpa adanya niat atau fokus khusus. Terjadi secara pasif.
- Listen: Aktivitas sengaja memberikan perhatian untuk mendengar dan memahami suara. Terjadi secara aktif.
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“I suddenly heard a loud noise from outside.” (Aku tiba-tiba mendengar suara keras dari luar) -> Tidak sengaja.
“Please listen to me carefully; this is important.” (Tolong simak aku baik-baik; ini penting) -> Sengaja dan fokus.
6. ‘See’ vs ‘Look’ vs ‘Watch’
Trio kata kerja ini sering membingungkan. Semuanya tentang melihat, tapi dengan cara yang berbeda.
- See: Mirip seperti ‘hear’, ini adalah kemampuan mata menangkap objek secara tidak sengaja atau tanpa fokus.
- Look: Mengarahkan pandanganmu ke suatu titik atau objek dengan sengaja. Biasanya diikuti preposisi ‘at’.
- Watch: Melihat sesuatu yang bergerak atau berubah dalam periode waktu tertentu, dengan fokus dan perhatian.
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“I opened the window and saw a bird.” (Aku membuka jendela dan melihat seekor burung) -> Tidak sengaja.
“Look at that beautiful painting!” (Lihat deh lukisan indah itu!) -> Mengarahkan perhatian.
“Let’s stay home and watch a movie tonight.” (Yuk di rumah saja dan nonton film malam ini) -> Melihat sesuatu dalam durasi waktu.
7. ‘It’s make sense’ vs ‘It makes sense’
Kesalahan umum di level grammar bahasa Inggris dasar, tapi sering terlewat.
- Yang Salah: It’s make sense.
- Kenapa Salah: “It’s” adalah kependekan dari “It is”. Jadi “It is make sense” secara gramatikal tidak benar. Subjek tunggal (It) membutuhkan kata kerja dengan akhiran -s dalam simple present tense.
- Yang Benar: It makes sense. (Artinya: Ini masuk akal).
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“Oh, now I understand your explanation. It makes sense!“ (Oh, sekarang aku paham penjelasanmu. Masuk akal!).
8. ‘Good’ vs ‘Well’ (Kata Sifat vs Kata Keterangan)
Keduanya sering digunakan untuk memuji, tapi peran gramatikalnya berbeda.
- Good (Adjective): Kata sifat. Digunakan untuk mendeskripsikan kata benda (noun).
- Well (Adverb): Kata keterangan. Digunakan untuk mendeskripsikan kata kerja (verb).
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“She is a good singer.” (‘Good’ mendeskripsikan ‘singer’ yang merupakan kata benda).
“She sings very well.” (‘Well’ mendeskripsikan ‘sings’ yang merupakan kata kerja).
Pengecualian: Saat berbicara tentang kesehatan, kita bisa menggunakan “I feel well” atau “I don’t feel well”.
9. ‘Much’ vs ‘Many’ (Untuk Benda Tak Terhitung vs Terhitung)
Ini adalah materi dasar bahasa Inggris, tapi masih banyak yang tertukar.
- Many: Digunakan untuk benda yang bisa dihitung (countable nouns) seperti books, friends, apples.
- Much: Digunakan untuk benda yang tidak bisa dihitung (uncountable nouns) seperti water, time, information, money.
Contoh Penggunaan yang Tepat:
“How many chapters are in this book?” (Ada berapa banyak bab di buku ini?).
“I don’t have much time left.” (Aku tidak punya banyak waktu tersisa).
10. ‘No problem’ vs ‘You’re welcome’
Keduanya adalah respons untuk “Thank you”, tapi nuansanya sedikit berbeda.
- You’re welcome: Ini adalah respons standar, formal, dan paling aman untuk “terima kasih”. Artinya “sama-sama”.
- No problem: Ini lebih santai dan informal. Nuansanya seperti “Nggak masalah, kok” atau “Santai aja”. Ini menyiratkan bahwa bantuan yang kamu berikan tidak merepotkan sama sekali.
Keduanya benar, tapi penggunaannya tergantung konteks. Dalam situasi formal seperti email bisnis ke atasan, “You’re welcome” lebih disarankan. Saat ngobrol dengan teman, “No problem” atau “No worries” terdengar lebih natural.
Tips Menghindari Kesalahan Serupa
Setelah tahu 10 kesalahan umum, sekarang gimana caranya biar nggak jatuh ke lubang yang sama lagi? Ikuti tips praktis ini.
1. Pahami Konteks Kalimat, Bukan Hanya Kata
Berhentilah menghafal kata satu per satu. Mulailah memperhatikan bagaimana sebuah kata digunakan dalam sebuah kalimat utuh. Saat kamu menemukan kata baru, jangan hanya cari artinya di kamus, tapi cari juga contoh kalimatnya.
2. Perbanyak Konsumsi Konten dari Penutur Asli
Cara terbaik untuk mendapatkan ‘rasa’ bahasa adalah dengan membenamkan diri di dalamnya. Tonton film, dengarkan podcast, atau baca artikel dari sumber-sumber berbahasa Inggris. Semakin sering kamu terpapar, semakin terbiasa otakmu dengan frasa dan struktur kalimat yang alami.
3. Latihan Aktif dan Dapatkan Feedback
Mengetahui teori saja tidak cukup. Kunci utama untuk fasih adalah praktik. Cobalah gunakan istilah-istilah di atas dalam percakapan. Awalnya mungkin terasa kaku, tapi ini adalah satu-satunya cara agar pengetahuan menempel di kepala dan menjadi kebiasaan. Berlatih dengan teman, tutor, atau mengikuti les bahasa Inggris bisa sangat membantu karena kamu bisa mendapatkan koreksi langsung.
Dari Teori ke Praktik: Bangun Kepercayaan Diri Anda
Belajar bahasa Inggris adalah sebuah perjalanan, dan membuat kesalahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari proses itu. Jangan biarkan kesalahan-kesalahan kecil di atas membuatmu minder atau takut untuk mencoba. Justru sebaliknya, anggap ini sebagai kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik.
Dengan memahami koreksi dari 10 istilah tadi, kamu sudah selangkah lebih maju. Namun, langkah terpenting adalah mempraktikkannya. Teori tanpa praktik tidak akan membuat kemampuan bicaramu meningkat.
Jika kamu mencari lingkungan yang mendukung untuk melatih kemampuan speaking, mendapatkan feedback dari pengajar berpengalaman, dan membangun kepercayaan diri, kami siap membantu.
Di Englishup.id, kami menyediakan kelas online interaktif via Zoom untuk dewasa maupun anak-anak, dengan porsi praktik bicara yang jauh lebih banyak agar kamu makin pede ngobrol pakai bahasa Inggris. Semangat terus, ya!
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Belajar Bahasa Inggris
- Apa bedanya ‘it’s’ dan ‘its’?
- ‘It’s’ adalah kependekan dari ‘it is’ atau ‘it has’ (contoh: It’s a beautiful day). Sedangkan ‘its’ adalah kata ganti kepemilikan untuk benda atau hewan (contoh: The cat licked its paw).
- Bagaimana cara cepat menghafal kosakata (vocabulary) baru?
- Cara efektif adalah dengan menggunakan teknik repetisi berkala (spaced repetition) menggunakan aplikasi seperti Anki, membuat kalimat sendiri dengan kata baru tersebut, dan mengelompokkan kata berdasarkan topik.
- Apakah grammar itu sangat penting dalam percakapan sehari-hari?
- Untuk percakapan santai, selama pesanmu tersampaikan, grammar yang sedikit keliru sering kali bisa dimaklumi. Namun, untuk komunikasi profesional (tulisan atau lisan) dan agar terdengar lebih terdidik, menguasai grammar yang benar sangatlah penting.