Degrees of Comparison: Pengertian, Rumus, dan Contoh Lengkap

Pernah nggak sih kamu lagi ngobrol sama teman terus mau membandingkan sesuatu? Misalnya, “Film A lebih seru dari film B,” atau “Restoran C itu yang paling enak di kota ini.”
Nah, tanpa sadar, kamu sebenarnya sudah menggunakan salah satu materi dasar dalam grammar bahasa Inggris, lho! Namanya adalah degrees of comparison.
Mungkin kedengarannya teknis dan sedikit bikin pusing, tapi tenang saja! Konsep ini sebenarnya sangat logis dan mudah dipelajari.
Memahaminya akan membuat kemampuan deskripsi kamu dalam bahasa Inggris jadi lebih kaya dan akurat. Kamu bisa menjelaskan perbedaan, keunggulan, atau keunikan suatu hal dengan lebih presisi.
Di artikel ini, kita akan kupas tuntas semua tentang degrees of comparison, mulai dari pengertiannya, jenis-jenisnya, rumusnya, sampai contoh-contoh kalimatnya yang super lengkap. Yuk, kita mulai!
Apa Itu Degrees of Comparison?
Secara sederhana, degrees of comparison adalah aturan tata bahasa (grammar) yang digunakan untuk membandingkan satu hal dengan hal lainnya menggunakan kata sifat (adjective) atau kata keterangan (adverb).
Ini adalah cara kita menunjukkan tingkatan atau level dari sebuah sifat. Apakah sesuatu itu “sama,” “lebih,” atau “paling” dibandingkan yang lain.
Misalnya, kamu punya tiga buah pensil dengan panjang yang berbeda. Untuk mendeskripsikannya, kamu akan menggunakan tingkatan perbandingan:
- Pensil A panjang (long). -> Ini hanya mendeskripsikan, tidak membandingkan.
- Pensil B lebih panjang (longer) dari pensil A. -> Ini membandingkan dua pensil.
- Pensil C adalah yang paling panjang (the longest) di antara ketiganya. -> Ini membandingkan lebih dari dua pensil dan menunjukkan yang teratas.
Nah, kata long, longer, dan longest itulah yang disebut sebagai degrees of comparison. Dengan menguasai materi ini, kalimat bahasa Inggrismu akan terdengar jauh lebih natural dan canggih.
Inilah salah satu materi dasar yang sangat berguna saat kamu ingin memberikan ulasan, opini, atau sekadar deskripsi dalam percakapan sehari-hari.
Jenis-jenis Degrees of Comparison
Ada tiga tingkatan atau jenis dalam degrees of comparison yang perlu kamu ketahui. Masing-masing punya fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. Mari kita bedah satu per satu.
1. Positive Degree
Positive degree adalah bentuk dasar dari sebuah kata sifat (adjective) atau kata keterangan (adverb). Tingkatan ini tidak digunakan untuk membandingkan, melainkan hanya untuk mendeskripsikan kualitas atau ciri dari satu orang, benda, atau tempat. Bentuk ini adalah bentuk yang akan kamu temukan di kamus.
Namun, positive degree bisa digunakan untuk menyatakan perbandingan yang setara atau sama tingkatannya. Rumusnya adalah dengan menggunakan pola as + adjective + as. Pola ini berarti “sama … dengan”.
Contohnya:
- She is beautiful. (Dia cantik.) -> Hanya mendeskripsikan.
- Rina is as tall as Rini. (Rina sama tingginya dengan Rini.) -> Membandingkan dua hal yang setara.
- This book is as interesting as the one I read yesterday. (Buku ini sama menariknya dengan yang aku baca kemarin.)
Untuk menyatakan sesuatu yang tidak setara, kamu bisa menggunakan pola not as/so + adjective + as.
- My bag is not as expensive as yours. (Tasku tidak semahal tasmu.)
2. Comparative Degree
Comparative degree digunakan untuk membandingkan dua hal. Tingkatan ini menunjukkan bahwa salah satu hal memiliki “lebih” banyak sifat tertentu dibandingkan hal lainnya.
Ciri khas dari comparative degree adalah penambahan akhiran -er pada kata sifat pendek atau penambahan kata more di depan kata sifat panjang. Biasanya, kalimat comparative diikuti oleh kata than (daripada).
Fungsinya jelas: untuk menunjukkan perbedaan antara dua entitas. Apakah itu lebih besar, lebih kecil, lebih cepat, lebih mahal, dan sebagainya.
Contohnya:
- My brother is taller than me. (Kakakku lebih tinggi daripadaku.)
- This new phone is more expensive than the old one. (Ponsel baru ini lebih mahal daripada yang lama.)
- Running is healthier than just sitting all day. (Berlari lebih sehat daripada hanya duduk seharian.)
3. Superlative Degree
Superlative degree adalah tingkatan tertinggi. Ini digunakan untuk membandingkan tiga atau lebih hal dan menunjukkan bahwa satu hal memiliki sifat yang “paling” di antara semuanya. Superlative menyorot satu hal yang berada di puncak atau di dasar spektrum kualitas.
Ciri khasnya adalah penambahan akhiran -est pada kata sifat pendek atau kata most di depan kata sifat panjang. Hal yang sangat penting untuk diingat adalah superlative degree hampir selalu diawali dengan artikel the.
Contohnya:
- Mount Everest is the highest mountain in the world. (Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia.)
- She is the most diligent student in her class. (Dia adalah murid paling rajin di kelasnya.)
- For me, this is the best movie of the year. (Bagiku, ini adalah film terbaik tahun ini.)
Rumus dan Aturan Pembentukan Degrees of Comparison
Sekarang kamu sudah tahu jenis-jenisnya. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara mengubah sebuah kata sifat dari bentuk positive ke comparative dan superlative?
Ada beberapa aturan yang perlu kamu ikuti. Jangan khawatir, aturannya cukup mudah diingat!
1. Aturan untuk Kata Sifat Satu Suku Kata (One-Syllable Adjectives)
Untuk kata sifat yang hanya memiliki satu suku kata (one syllable), kamu hanya perlu menambahkan akhiran -er untuk comparative dan -est untuk superlative.
- Aturan Umum: Tambah -er dan -est. (Contoh: long -> longer -> longest)
- Jika berakhiran -e: Cukup tambah -r dan -st. (Contoh: nice -> nicer -> nicest)
- Jika polanya Konsonan-Vokal-Konsonan (CVC): Gandakan konsonan terakhir, lalu tambah -er dan -est. (Contoh: big -> bigger -> biggest, hot -> hotter -> hottest)
Berikut tabelnya agar lebih jelas:
| Positive | Comparative | Superlative |
|---|---|---|
| tall (tinggi) | taller | the tallest |
| small (kecil) | smaller | the smallest |
| large (besar) | larger | the largest |
| fat (gemuk) | fatter | the fattest |
2. Aturan untuk Kata Sifat Dua Suku Kata atau Lebih (Two or More Syllables)
Untuk kata sifat yang lebih panjang (dua suku kata atau lebih), kita tidak menambahkan akhiran. Sebaliknya, kita meletakkan kata more sebelum kata sifat untuk bentuk comparative dan most untuk bentuk superlative.
Mengapa? Coba bayangkan mengucapkan “beautifuler” atau “expensivest“. Terdengar aneh dan sulit diucapkan, kan? Itulah alasannya aturan ini ada.
Berikut tabelnya:
| Positive | Comparative | Superlative |
|---|---|---|
| beautiful (cantik) | more beautiful | the most beautiful |
| expensive (mahal) | more expensive | the most expensive |
| difficult (sulit) | more difficult | the most difficult |
| intelligent (cerdas) | more intelligent | the most intelligent |
3. Aturan untuk Kata Sifat yang Berakhiran -Y
Ada aturan khusus untuk kata sifat dua suku kata yang berakhiran huruf -y. Untuk kata-kata ini, kita mengubah huruf -y menjadi -i, lalu menambahkan -er untuk comparative dan -est untuk superlative.
Aturan ini berlaku untuk kata-kata seperti happy, easy, busy, lazy, dan sebagainya.
Berikut tabelnya:
| Positive | Comparative | Superlative |
|---|---|---|
| happy (bahagia) | happier | the happiest |
| easy (mudah) | easiest | the easiest |
| busy (sibuk) | busier | the busiest |
| lazy (malas) | lazier | the laziest |
4. Daftar Kata Sifat Tidak Beraturan (Irregular Adjectives)
Nah, ini bagian yang paling menantang tapi juga paling penting. Ada beberapa kata sifat yang perubahannya tidak mengikuti aturan-aturan di atas.
Mereka punya bentuk comparative dan superlative sendiri. Satu-satunya cara untuk menguasainya adalah dengan menghafalnya. Ini adalah beberapa yang paling umum:
| Positive | Comparative | Superlative |
|---|---|---|
| good (baik) | better | the best |
| bad (buruk) | worse | the worst |
| far (jauh) | farther / further | the farthest / the furthest |
| little (sedikit) | less | the least |
| many / much (banyak) | more | the most |
Catatan kecil: Farther biasanya digunakan untuk jarak fisik yang bisa diukur, sedangkan further digunakan untuk jarak kiasan atau metaforis (contoh: for further information / untuk informasi lebih lanjut).
Contoh Lengkap Kalimat Degrees of Comparison
Teori tanpa praktik tentu kurang lengkap. Supaya kamu makin paham, yuk kita lihat contoh-contoh penggunaan ketiga degrees of comparison dalam kalimat.
1. Contoh Kalimat Positive Degree
This coffee is as strong as the one from my favorite cafe.
(Kopi ini sama kuatnya dengan kopi dari kafe favoritku.)He is a smart student.
(Dia adalah murid yang pintar.)My new laptop is not so fast as I expected.
(Laptop baruku tidak secepat yang kuharapkan.)The weather today is as good as yesterday.
(Cuaca hari ini sama baiknya dengan kemarin.)Learning Japanese is not as easy as learning English for me.
(Belajar bahasa Jepang tidak semudah belajar bahasa Inggris bagiku.)
2. Contoh Kalimat Comparative Degree
Jakarta is more crowded than Surabaya.
(Jakarta lebih padat daripada Surabaya.)I feel happier today than I did yesterday.
(Aku merasa lebih bahagia hari ini daripada kemarin.)This explanation is clearer than the previous one.
(Penjelasan ini lebih jelas daripada yang sebelumnya.)Her performance was better than everyone else’s.
(Penampilannya lebih baik daripada penampilan orang lain.)The train is faster than the bus.
(Kereta api lebih cepat daripada bus.)
3. Contoh Kalimat Superlative Degree
He is the tallest person in his family.
(Dia adalah orang tertinggi di keluarganya.)This is the most interesting book I have ever read.
(Ini adalah buku paling menarik yang pernah aku baca.)What is the worst movie you have ever seen?
(Apa film terburuk yang pernah kamu tonton?)She bought the most expensive dress in the store.
(Dia membeli gaun paling mahal di toko itu.)This is the easiest way to solve the problem.
(Ini adalah cara termudah untuk menyelesaikan masalahnya.)
Saatnya Membuat Bahasa Inggrismu Jadi ‘Better’ dan ‘The Best’!
Gimana? Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, kan? Dengan memahami dan berlatih menggunakan degrees of comparison, kamu selangkah lebih maju dalam menguasai bahasa Inggris.
Kamu bisa mendeskripsikan dunia di sekitarmu dengan lebih detail, memberikan opini yang lebih kuat, dan tentunya membuat percakapanmu jadi lebih hidup.
Memahami teori seperti ini adalah langkah pertama yang hebat. Namun, kunci sebenarnya agar grammar ini ‘hidup’ dan bisa kamu gunakan secara spontan adalah dengan mempraktikkannya langsung dalam percakapan. Di sinilah peran latihan berbicara menjadi sangat penting.
Jika kamu merasa butuh partner atau bimbingan untuk membuat proses belajar menjadi easier dan more fun, Englishup.id hadir dengan les bahasa Inggris online yang fokus pada praktik percakapan.
Dengan porsi praktik yang lebih banyak, kamu akan dibiasakan untuk menggunakan materi seperti degrees of comparison ini secara natural, sehingga rasa percaya dirimu untuk berbicara bahasa Inggris pun akan meningkat.
Jadi, teori yang kamu pelajari hari ini bisa langsung jadi skill andalanmu!
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Degrees of Comparison
Apa perbedaan antara ‘farther’ dan ‘further’?
Keduanya adalah bentuk comparative dari ‘far’. ‘Farther’ lebih sering digunakan untuk jarak fisik yang bisa diukur (contoh: My house is farther than yours). Sementara ‘further’ digunakan untuk jarak metaforis atau tambahan (contoh: We need to discuss this further / Kita perlu membahas ini lebih lanjut).
Kapan saya harus menggunakan ‘-er/-est’ dan kapan harus menggunakan ‘more/most’?
Aturan umumnya adalah: gunakan ‘-er/-est’ untuk kata sifat satu suku kata (tall, big, fast) dan untuk kata sifat dua suku kata yang berakhiran -y (happy, easy). Gunakan ‘more/most’ untuk kata sifat yang punya dua suku kata atau lebih (beautiful, expensive, important).
Bagaimana cara termudah untuk menghafal irregular adjectives?
Cara terbaik adalah dengan sering menggunakannya dalam kalimat. Buatlah flashcards (kartu hafalan) dengan bentuk positive di satu sisi dan bentuk comparative/superlative di sisi lain. Selain itu, banyak membaca dan mendengarkan konten bahasa Inggris akan membantumu terbiasa dengan bentuk-bentuk tidak beraturan ini secara alami.
Apakah aturan ini juga berlaku untuk kata keterangan (adverbs)?
Ya, sebagian besar aturan ini juga berlaku untuk adverbs. Adverbs yang berakhiran -ly (seperti quickly, slowly) hampir selalu menggunakan ‘more’ dan ‘most’ (contoh: more quickly, the most slowly). Sementara adverbs pendek yang bentuknya sama dengan adjectives (seperti fast, hard, late) menggunakan akhiran -er dan -est (contoh: faster, the fastest).