20+ Contoh Kalimat Direct and Indirect Speech dan Perubahannya

Pernah nggak sih, kamu lagi asyik cerita ke teman tentang apa yang dikatakan orang lain? Misalnya, “Eh, tahu nggak, tadi Budi bilang, ‘Aku bakal telat datang ke rapat hari ini.'”
Nah, sadar atau tidak, kamu baru saja menggunakan salah satu bentuk grammar yang paling sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Dalam bahasa Inggris, teknik menceritakan ulang perkataan orang ini punya aturan tersendiri, yang dikenal sebagai direct and indirect speech.
Menguasai topik ini bukan cuma bikin bahasa Inggrismu terdengar lebih natural dan profesional, tapi juga jadi skill penting untuk berkomunikasi secara efektif. Yuk, kita kupas tuntas dari A sampai Z, lengkap dengan puluhan contoh agar kamu langsung paham!
Apa Itu Direct and Indirect Speech?
Sebelum kita loncat ke contoh-contoh yang seru, penting banget buat kamu paham dulu fondasi dasarnya. Apa sih sebenarnya perbedaan mendasar antara kalimat langsung dan tidak langsung ini? Keduanya adalah cara untuk menyampaikan informasi, tapi dengan penyajian yang sangat berbeda.
1. Pengertian Direct Speech (Kalimat Langsung)
Direct Speech atau kalimat langsung adalah cara kita mengutip perkataan seseorang secara persis, kata per kata, tanpa ada perubahan sedikit pun. Ciri utamanya adalah penggunaan tanda kutip (quotation marks “…”) untuk mengapit kalimat yang diucapkan. Anggap saja kamu sedang “merekam” dan “memutar ulang” ucapan asli si pembicara.
Contohnya simpel:
She said, “I am studying for my exam.”
(Dia berkata, “Aku sedang belajar untuk ujianku.”)
Di sini, kalimat “I am studying for my exam” adalah kutipan asli dan langsung dari apa yang dia katakan. Mudah, kan?
2. Pengertian Indirect Speech (Kalimat Tidak Langsung / Reported Speech)
Indirect Speech, yang juga sering disebut Reported Speech, adalah kebalikannya. Di sini, kita tidak mengutip langsung, melainkan melaporkan atau menceritakan kembali inti dari perkataan seseorang menggunakan kata-kata kita sendiri.
Karena kita “melaporkan”, biasanya ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan, seperti perubahan tenses, kata ganti, dan keterangan waktu. Ciri utamanya adalah tidak ada lagi tanda kutip.
Menggunakan contoh yang sama:
She said that she was studying for her exam.
(Dia berkata bahwa dia sedang belajar untuk ujiannya.)
Lihat perbedaannya? Tanda kutip hilang, “I” berubah jadi “she”, “am” menjadi “was”, dan “my” menjadi “her”. Inilah inti dari pembahasan direct and indirect speech yang akan kita dalami selanjutnya.
Aturan Utama dan Perubahan dalam Indirect Speech
Mengubah kalimat dari direct ke indirect speech itu seperti menerjemahkan pesan dari satu perspektif ke perspektif lain. Ada tiga pilar perubahan utama yang wajib kamu kuasai. Mari kita bedah satu per satu.
1. Perubahan Tenses (Backshift)
Aturan paling fundamental dalam reported speech adalah backshift, yaitu “memundurkan” tenses satu langkah ke masa lampau. Ini terjadi karena saat kita melaporkan sesuatu, kejadiannya sudah berlalu. Jika reporting verb (kata kerja seperti ‘said’, ‘told’, ‘asked’) dalam bentuk lampau, maka tenses di dalam kutipan harus diubah.
Berikut adalah tabel perubahannya agar lebih jelas:
| Direct Speech (Tense Asli) | Indirect Speech (Tense Setelah Backshift) |
|---|---|
| Simple Present (V1) | Simple Past (V2) |
| Present Continuous (is/am/are + V-ing) | Past Continuous (was/were + V-ing) |
| Simple Past (V2) | Past Perfect (had + V3) |
| Present Perfect (have/has + V3) | Past Perfect (had + V3) |
| Future (will + V1) | Would + V1 |
| Can | Could |
| May | Might |
| Must | Had to |
Pengecualian: Backshift tidak berlaku jika kalimat langsung menyatakan sebuah fakta umum atau kebenaran universal. Contoh: He said, “The earth is round.” menjadi He said that the earth is round. (Tenses tidak berubah).
2. Perubahan Pronoun (Kata Ganti Orang)
Perubahan kata ganti orang (pronoun) dan kepemilikan (possessive adjective) bergantung pada sudut pandang si pelapor. Kamu harus berpikir, “Siapa yang berbicara?” dan “Siapa yang dilaporkan?”.
- Orang pertama (I, we, me, us, my, our) berubah sesuai subjek kalimat pengantar.
- Orang kedua (you, your) berubah sesuai objek kalimat pengantar.
- Orang ketiga (he, she, it, they, him, her, them, his, her, its, their) umumnya tidak berubah.
Contoh perubahan:
He said, “I will call you.”
-> He told me that he would call me.
(Di sini, “you” saya asumsikan merujuk pada “me” atau saya si pelapor).
She said to them, “I need your help.”
-> She told them that she needed their help.
3. Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat (Adverb of Time & Place)
Karena waktu dan tempat pelaporan berbeda dari waktu dan tempat saat kalimat asli diucapkan, keterangan waktu dan tempat juga perlu disesuaikan. Logikanya, “hari ini” saat diucapkan, akan menjadi “hari itu” saat dilaporkan keesokan harinya.
Berikut tabel contekan perubahannya:
| Direct Speech | Indirect Speech |
|---|---|
| now | then / at that time |
| today | that day |
| tonight | that night |
| yesterday | the day before / the previous day |
| tomorrow | the next day / the following day |
| last week | the week before / the previous week |
| next year | the following year |
| here | there |
| this | that |
| these | those |
20+ Contoh Kalimat Direct and Indirect Speech
Teori sudah, sekarang waktunya praktik! Mari kita lihat bagaimana aturan-aturan tadi diterapkan dalam berbagai jenis kalimat. Perhatikan baik-baik setiap perubahannya ya!
1. Contoh Perubahan pada Kalimat Pernyataan (Statement)
Ini adalah jenis yang paling umum, di mana kita melaporkan sebuah pernyataan. Biasanya menggunakan reporting verb seperti said atau told. Ingat, told harus diikuti objek (e.g., told me, told him), sedangkan said tidak perlu.
-
Direct: He said, “I work in a factory.”
Indirect: He said that he worked in a factory. -
Direct: She said, “I am writing a letter now.”
Indirect: She said that she was writing a letter then. -
Direct: They said, “We bought a new car yesterday.”
Indirect: They said that they had bought a new car the day before. -
Direct: My father said, “I have already fixed the tap.”
Indirect: My father said that he had already fixed the tap. -
Direct: Anne said to me, “I will visit you tomorrow.”
Indirect: Anne told me that she would visit me the next day. -
Direct: The teacher said, “You can submit the assignment next week.”
Indirect: The teacher said that we could submit the assignment the following week. -
Direct: Rina said, “I must finish this project tonight.”
Indirect: Rina said that she had to finish that project that night. -
Direct: The kids said, “We are playing in the garden.”
Indirect: The kids said that they were playing in the garden.
2. Contoh Perubahan pada Kalimat Pertanyaan (Question)
Saat melaporkan pertanyaan, reporting verb-nya berubah menjadi asked, wondered, atau wanted to know. Struktur kalimatnya juga berubah dari format tanya menjadi format pernyataan. Ada dua jenis pertanyaan:
A. Yes/No Questions (menggunakan ‘if’ atau ‘whether’)
-
Direct: He asked me, “Do you speak English?”
Indirect: He asked me if I spoke English. -
Direct: She asked, “Are you coming to the party?”
Indirect: She asked whether I was coming to the party. -
Direct: John asked, “Have you seen my wallet?”
Indirect: John asked if I had seen his wallet. -
Direct: The tourist asked, “Can you help me?”
Indirect: The tourist asked if I could help him.
B. WH- Questions (What, Where, Who, When, Why, How)
Untuk pertanyaan jenis 5W+1H ini, kita menggunakan kata tanya yang sama, lalu diikuti struktur kalimat pernyataan (Subjek + Verb).
-
Direct: She asked, “Where is the post office?”
Indirect: She asked where the post office was. (Bukan ‘where was the post office’) -
Direct: He asked me, “What are you doing now?”
Indirect: He asked me what I was doing then. -
Direct: They asked, “When will the meeting start?”
Indirect: They asked when the meeting would start. -
Direct: My mom asked, “Why did you come home late yesterday?”
Indirect: My mom asked why I had come home late the day before.
3. Contoh Perubahan pada Kalimat Perintah (Command)
Untuk kalimat perintah (imperative), larangan, atau permintaan, kita menggunakan reporting verb seperti told (memerintah), asked (meminta), atau ordered (menyuruh). Kalimat perintahnya diubah menjadi bentuk infinitive (to + Verb).
-
Direct: The doctor said to me, “Stay in bed for three days.”
Indirect: The doctor told me to stay in bed for three days. -
Direct: My mother said, “Please clean your room.”
Indirect: My mother asked me to clean my room. -
Direct: The teacher said to the students, “Don’t make any noise.”
Indirect: The teacher told the students not to make any noise. (Untuk larangan, pakai ‘not to’) -
Direct: The general said to the soldiers, “Attack!”
Indirect: The general ordered the soldiers to attack. -
Direct: She said, “Don’t touch that vase.”
Indirect: She told me not to touch that vase.
Sudah Siap Menggunakan Direct and Indirect Speech dalam Percakapan?
Selamat! Kamu baru saja menyelesaikan panduan lengkap tentang direct and indirect speech. Memahami semua aturan di atas adalah langkah pertama yang hebat. Namun, tantangan sebenarnya adalah bagaimana menggunakan semua ini secara spontan dan percaya diri dalam percakapan nyata.
Memahami teori memang satu hal, tapi menerapkannya secara langsung adalah hal lain. Di sinilah pentingnya praktik berbicara.
Di Englishup.id, kami percaya bahwa kunci untuk percaya diri adalah dengan memperbanyak porsi latihan. Kamu tidak hanya belajar teori, tapi langsung mempraktikkannya dalam sesi online meeting interaktif bersama tutor profesional.
Dengan begitu, materi seperti direct and indirect speech ini bukan lagi sekadar hafalan, melainkan skill aktif yang siap kamu gunakan kapan saja.
Jadi, jangan berhenti di sini. Teruslah berlatih dan jadikan grammar ini sebagai senjata andalanmu dalam berkomunikasi!
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Direct and Indirect Speech
- Apakah tenses selalu berubah saat membuat indirect speech?
- Tidak selalu. Tenses tidak berubah (tidak ada backshift) jika (1) kalimat yang dilaporkan adalah sebuah fakta umum (contoh: The teacher said that water boils at 100 degrees Celsius), atau (2) jika kata kerja pelapornya (reporting verb) dalam bentuk present tense (contoh: He says, “I am tired.” menjadi He says that he is tired.).
- Apa bedanya “say”, “tell”, dan “ask” saat membuat reported speech?
- Say digunakan untuk pernyataan umum dan tidak harus diikuti objek (e.g., She said she was happy). Tell juga untuk pernyataan, tapi wajib diikuti oleh objek orang yang diberi tahu (e.g., She told me she was happy). Ask digunakan secara spesifik untuk melaporkan kalimat pertanyaan (e.g., She asked me if I was happy).
- Bagaimana cara paling mudah mengubah kalimat perintah menjadi indirect speech?
- Cara termudah adalah dengan menggunakan struktur: [reporting verb] + [object] + to + [verb]. Untuk perintah positif, gunakan told/asked/ordered… to do something. Untuk perintah negatif atau larangan, gunakan told/asked/ordered… not to do something. Contoh: “Don’t go” menjadi “He told me not to go.”
- Bagaimana cara terbaik untuk melatih direct dan indirect speech?
- Cara terbaik adalah dengan praktik aktif. Cobalah mengubah dialog dari film yang kamu tonton. Ceritakan kembali percakapan temanmu dalam bahasa Inggris. Atau, untuk hasil yang lebih terstruktur dan cepat, bergabunglah dalam kelas percakapan di mana kamu bisa mendapatkan bimbingan dan koreksi langsung dari tutor saat mempraktikkan materi ini.